Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Musharraf Larang Tentara Amerika Masuk Perbatasan
Jum'at, 11 Januari 2008 | 23:26 WIB

TEMPO Interaktif, Islamabad: Presiden Pakistan Pervez Musharraf memperingatkan tentara Amerika agar tidak sedikit pun memasuki perbatasan Pakistan saat memburu anggota Al-Qaidah atau Taliban. Mereka akan dianggap sebagai penjajah jika berani memasuki wilayah perbatasan antara negeri itu dan Afganistan.

Musharraf menegaskan tentara koalisi Amerika tak akan diterima kecuali diundang untuk alasan-alasan tertentu, seperti memburu pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin.

"Tak boleh ada yang masuk ke sini, kecuali kami minta. Dan kami belum meminta mereka," katanya kepada koran Singapura, The Strait Times.

Saat ditanya apakah intervensi sepihak akan dianggap sebagai invasi, Musharraf menjawab, "Tentu saja. Jika mereka datang tanpa seizin kami. Itu akan menyerang kedaulatan Pakistan. Tapi, jika bicara soal Bin Ladin, setiap aksi melawan dia akan bebas dilakukan. Metodologinya akan didiskusikan bersama dan kami akan menyerang target itu bersama," ujarnya.

Militer Pakistan bulan ini membantah laporan New York Times yang menyebutkan Washington tengah mempertimbangkan memberi Pentagon dan CIA otoritas baru untuk melaksanakan operasi terselubung di daerah yang diduga sebagai markas Al-Qaidah.

Pakistan berusaha meredam kekerasan di daerah konflik itu dengan menerjunkan 90 ribu tentara untuk mengejar kelompok militan yang dipercaya di dalamnya terdapat Bin Ladin.

"Amerika sepertinya berpikir bahwa apa yang tak dapat dilakukan oleh tentara kami, mereka dapat melakukannya. Ini adalah persepsi yang keliru," kata Musharraf.

Berkaitan dengan pemilihan umum yang kian dekat, Musharraf mengatakan bahwa dia akan mengundurkan diri jika partai oposisi menang dan memecatnya.

"Jika pemakzulan itu terjadi, saya yakinkan bahwa saya akan meninggalkan kantor kepresidenan sebelum mereka melakukan sesuatu. Jika mereka menang mayoritas, saya tak akan bertahan. Saya akan berhenti," kata presiden yang popularitasnya terus anjlok itu.

l AP | AFP | JULI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ulama Iran: Bush Sudah Bangkrut
Obama Ungguli Hillary
Scotland Yard Akan Kirim Tim ke Pakistan
Washington: PBB Tidak Perlu Terlibat dalam Kasus Bhutto
Selidiki Kematian Bhutto, Musharraf Minta Bantuan Inggris
Putra Benazir Tinggalkan Pakistan
Pemilu Pakistan Bakal Ditunda
Pakistan Bakal Tunda Pemilu Parlemen
Perang Saudara Menghantui Pakistan
Bhutto Diduga Tewas Ditembak
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk115268 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menteri Pertanian Optimistis Indonesia Ekspor Beras Tahun Depan
Solar Langka di Tegal
Kemarau Tiba, Petani Cilacap Kekurangan Air
Tarif Hotel Akan Naik 20 Persen
Tersangka Pengelapan Pajak Bisa Bertambah

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data