|
Serdadu Thailand Dihabisi Milisi
Senin, 14 Januari 2008 | 21:53 WIB
TEMPO Interaktif, Narathiwat:Juru Bicara Angkatan Darat Thailand Kolonel Acra Tiproch mengatakan delapan prajuritnya (Senin (14/1) lalu tewas dibunuh oleh tersangka pemberontak di wilayah Thailand selatan. Kata Acra saat kejadian tersebut para tentara tersebut sedang melakukan pengawalan di Provinsi Narathiwat yang berbatasan dengan Malaysia.
Serangan tersebut merupakan salah satu yang mematikan dalam konflik baru-baru ini di wilayah selatan. Di wilayah tersebut pemberontak separatis memperjuangkan Negara Islam merdeka. Lebih dari 2.700 orang telah tewas sejak kekerasan meningkat pada awal 2004.
Menurut Kolonel Acra serangan di Narathiwat itu terjadi sekitar pukul 09.40 waktu setempat. Tersangka milisi yang bersembunyi di perbukitan memberondong kendaraan patroli tentara yang sedang melintas. "Laporan awal menyebutkan para tentara itu diserang selepas mengawal para guru ke sekolah," tuturnya.
Kelompok-kelompok militan di masa lalu memang menjadikan guru sebagai sasaran karena mereka dianggap sebagai simbol dominasi negara Thailand. Lantaran itulah tentara memberikan pengalawan kepada para guru di sana. Dua tentara lainnya yang mengawal guru juga mengalami luka-luka dalam serangan terpisah di Provinsi Yala.
Kelompok pemberontak juga mengganggu jaringan telpon genggam di wilayah itu dengan cara menyerang menara-menara transmisi. Selama bertahun-tahun telah terjadi kekacauan sporadis di provinsi-provinsi yang mayoritas penduduknya Muslim yaitu Yala, Narathiwat, Songkhla, dan Pattani.
Namun pada Januari 2004, serangan terhadap depot militer menandai permulaan perlawanan baru. Tahun lalu, organisasi hak asasi manusia yang berkantor di Amerika Serikat, Human Rights Watch memperingatkan bahwa kekerasan di Thailand selatan akan kian brutal dengan mayoritas korban sipil.
| AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|