Hamas Akui Lakukan Kesalahan

Rabu, 16 Januari 2008 | 17:34 WIB

TEMPO Interaktif, Kota Gaza: Hamas kemarin mulai menyelidiki kesalahan yang menewaskan 13 anggotanya dalam serangan militer Israel di Jalur Gaza, Selasa lalu. Sejumlah anggota Brigade Izzudin al-Qassam, sayap militer Hamas mengaku mereka masuk perangkap dan tidak mengantisipasi dengan tepat.

Seorang anggota Al-Qassam yang tak mau disebutkan identitasnya mengatakan sekelompok rekan mereka menghadapi kondisi serba salah di lapangan selama baku tembak terjadi. Alhasil, serangkaian kesalahan menyebabkan jatuh banyak korban yang belum pernah terjadi.

“Fakta pertama adalah mereka gagal mengidentifikasi pasukan Israel yang mendekati dan meninggalkan tempat itu tanpa memperhatikan adanya gerakan yang mencurigakan,” kata sumber itu kepada surat kabar terlaris di Israel, Yediot Ahronot.

Sebanyak 19 orang tewas dalam baku tembak hebat di timur Kota Gaza itu. Sehingga jumlah korban menjadi 115 orang sejak Konferensi Annapolis dan 6.070 pasca pecah intifadah kedua pada September 2000.

Sumber yang sama menjelaskan, kesalahan lainnya adalah kenapa anggota Al-Qassam menggunakan roket peluncur granat (RPG) dan bukan mortir sehingga hasilnya tidak efektif. Padahal saat itu, Israel menurunkan artileri, tank, dan jet-jet tempur mereka. “Jangkauan RPG terbatas. Mortir satu-satunya senjata yang bisa merusak operasi militer Israel. Kami memang tidak punya banyak pilihan,” ujarnya.

Meski terdesak, pasukan Al-Qassam memilih tidak mundur. Sebab Israel bermaksud menguasai daerah itu untuk digunakan sebagai pos pemantauan dan penyergapan. Mereka juga ingin menanam bahan peledak di daerah terbuka yang kami lewati. “Jadi kami lebih memilih kalah ketimbang musuh bisa bergerak bebas dan itu bisa membahayakan nantinya,” kata sumber itu.

AFp/Yediot Ahronot






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: