Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

PPP Tuntut PBB Selidiki Pembunuhan Benazir
Rabu, 16 Januari 2008 | 20:41 WIB

TEMPO Interaktif, Karachi: Partai Rakyat Pakistan (PPP) hari ini mengajukan petisi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa agar badan dunia itu menyelidiki kasus pembunuhan mantan perdana menteri Benazir Bhutto, yang dulu memimpin partai tersebut.

"Kami menuntut penyelidik PBB melacak siapa yang berada di belakang pembunuhan Benazir," kata Dr Babar Awan, senator dan tokoh PPP.

Jalan petisi ditempuh PPP setelah Presiden Pakistan Pervez Musharraf menolak permintaan partai itu melibatkan investigator PBB. Musharraf hanya bersedia melibatkan Scotland Yard, penyelidik Inggris.

Partai yang kini dipimpin oleh putra Benazir, Bilawal Bhutto Zardari, tersebut semula meminta kasus ini diselidiki seperti penanganan PBB dalam kasus pembunuhan bekas Perdana Menteri Libanon Rafiq Hariri. Tapi Musharraf menilai tak ada negara ketiga yang terlibat dalam pembunuhan Benazir, sehingga kasusnya tak sama dengan Hariri.

Asif Ali Zardari, Ketua Pendamping PPP dan suami mendiang Benazir, mengatakan bahwa PPP akan menggelar kampanye global untuk menjelaskan mengapa penyelidikan oleh PBB itu diperlukan. Sebuah tim pimpinan Rehman Malik, penasihat keamanan Bhutto, telah dikirim ke Norwegia untuk menjalankan misi ini.

Partainya, kata Zardari, tak percaya penyelidikan yang ditaja pemerintah akan mampu mengungkap persekongkolan tersembunyi dalam kasus Benazir.

Setelah bertemu dengan tim Scotland Yard yang menyelidiki kasus ini pada Selasa lalu, Zardari mengatakan bahwa tim itu punya mandat terbatas dan tugasnya terbatas pada penyelidikan penyebab kematian dan bukan membongkar perancang serta pelaku persekongkolan.

Zardari mengklaim tokoh-tokoh internasional juga mendukung penyelidikan oleh PBB. Dia pun mengaku telah berbicara dengan sejumlah sahabatnya, termasuk bekas Sekretaris Jenderal PBB Annan dan Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan Asma Jahangir.

Sejumlah orang, kata dia, juga telah bersedia memberikan kesaksian di bawah sumpah tentang apa yang dikatakan Benazir kepada mereka beberapa hari menjelang pembunuhan.

l THE NEWS | IRNA | IWANK


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Teror Bom Tekan Posisi Musharraf
Musharraf Larang Tentara Amerika Masuk Perbatasan
Scotland Yard Akan Kirim Tim ke Pakistan
Washington: PBB Tidak Perlu Terlibat dalam Kasus Bhutto
Selidiki Kematian Bhutto, Musharraf Minta Bantuan Inggris
Putra Benazir Tinggalkan Pakistan
Pemilu Pakistan Bakal Ditunda
Pakistan Bakal Tunda Pemilu Parlemen
Perang Saudara Menghantui Pakistan
Bhutto Diduga Tewas Ditembak
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk115605 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data