700 Ribu Warga Gaza Belanja di Mesir

Kamis, 24 Januari 2008 | 19:47 WIB

TEMPO Interaktif, Kairo: Sedikitnya 700 ribu warga Gaza menyeberang masuk ke Mesir dalam dua hari terakhir setelah pejuang Hamas meledakkan sebagian dari tembok perbatasan Rafah sepanjang 12 kilometer.

"Sekitar 400 ribu orang menyeberang kemarin dan sedikitnya 300 irbu pada hari ini," kata Badan Pekerja dan Bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) hari ini.

Para warga Gaza itu datang berbelanja pelbagai kebutuhan. Mulai dari bahan makanan hingga sepeda motor. Bahkan ada yang memborong 15 kasur untuk keperluan menikah. "Tidak ada yang menjual kasur di Gaza. Ketika orang mau menikah mereka butuh kasur," kata Salman, 25 tahun sambil tersenyum.

Tapi tidak semuanya datang ke Mesir untuk memborong. Ada pula yang sekadar merasakan aroma kebebasan. "Saya datang ke sini untuk merasakan kebebasan. Sudah lama saya tidak keluar dari Gaza," ujar Fausa al-Jisya, 40 tahun, dikelilingi sembilan anak perempuannya.

Reaksi Fausa sangatlah wajar. Sejak Hamas menguasai Jalur Gaza, pertengahan Juni lalu, Israel sangat membatasi lalu-lintas orang dan barang keluar dari sana. Empat pintu perbatasan di Gaza ditutup: Erez (Gaza-Israel), Sofia (Gaza-Israel), Rafah (Gaza-Mesir), dan Karen Shalom (Gaza-Israel-Mesir). Alhasil pasokan bahana makanan, listrik, air, obat-obatan, dan material lainnya makin menipis.

AFP/Faisal Assegaf






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: