Badai Salju Terburuk Masih Melanda Cina

Sabtu, 02 Februari 2008 | 19:00 WIB

TEMPO Interaktif, Beijing: Pemerintah Cina hari ini memperingatkan warganya untuk bersiap-siap untuk menghadapi cuaca yang lebih buruk di tengah-tengah perjuangan negeri itu menghadapi badai salju terburuk dalam 50 tahun terakhir itu.

"Masa-masa tersulit belum lagi selesai. Keadaan masih suram," kata Perdana Menteri Wen Jiabao dalam rapat kabinetnya di Beijing, Cina.

Badan Meteorologi Cina mengatakan sebagian dari provinsi-provinsi di wilayah tengah, timur dan selatan yang kena dampak terburuk masih akan dilanda salju dan hujan es dalam beberapa hari ke depan.

Negeri Panda itu sering dilanda bencana alam, tapi badai salju yang mendera selama tiga pekan terakhir ini menjadi bencana terbesar dalam keluasan, lamanya dan dampaknya. Sekitar 100 juta orang terkena dampaknya dan kerugiannya ditaksir mencapai 54 miliar yuan atau Rp 70 triliun lebih.

Sejauh ini badai itu telah menewaskan 60 orang dan memaksa 1,76 juta orang mengungsi. Zou Ming, pejabat di Kementerian Urusan Sipil, mengatakan badai itu juga menyebabkan 223 ribu rumah roboh dan menghancurkan 862 ribu rumah lainnya.

Lebih dari 160 kota dan kabupaten di Cina tengah terkena pemadaman listrik dan air. Chenzhou, kota berpenduduk 4 juta orang di Provinsi Hunan, telah hidup tanpa listrik dan air selama sepekan. "Radio dan telepon mati. Saya seperti berada di akhir dunia," kata Lu, seorang supir taksi.

Presiden Hu Jintao melipatgandakan tentara yang ditugaskan untuk evakuasi dan memerintahkan militer untuk bekerja habis-habisan. Lebih dari 300 ribu tentara dan 1,1 juta tentara cadangan diterjunkan. Lima pesawat angkut besar militer dikerahkan dan lebih dari 100 pesawat dan helikopter disiagakan.

Badai itu juga melumpuhkan sarana transportasi, padahal 180 juta orang diperkirakan akan mudik untuk merayakan Imlek pada pekan depan. Ini merupakan migrasi manusia tahunan terbesar di dunia. Televisi setempat melaporkan kerumunan besar manusia tertahan di stasiun dan antrean mobil dan truk kargo mengular di jalan tol.

Prioritas pemerintah kini, kata Wen Jiabao, adalah, "Memperbaiki fasilitas transportasi untuk melancarkan lalu-lintas jalan raya dan kereta api, menjamin pasokan listrik dengan memulihkan pembangkit listrik sesegera mungkin, dan menenteramkan masyarakat--dengan kata lain, mengurusi masalah mereka, khususnya makanan, pemanas dan kesehatan."

| CHINA DAILY | AFP | IWANK






Komentar Anda

Kirim