Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Pengungsi Tolak Bantuan Xanana
Kamis, 07 Pebruari 2008 | 23:00 WIB

TEMPO Interaktif, Dili:Sekitar seribuan lebih pengungsi Timor Leste di Dili, Kamis (7/2) lalu, memprotes kebijakan pemerintah pimpinan Xanana Gusmao. Mereka pun mengamuk dan menolak menerima bantuan yang disalurkan pemerintah dan sejumlah organisasi internasional. Mereka jengkel lantaran pemerintah mengurangi jatah bantuan.

“Bantuan yang disalurkan selama ini saja tak mencukupi. Apalagi kalau dikurangi," kata Belo Mateus da Costa, juru bicara kamp pengungsi di dekat Bandar Udara Internasional Nikolau Lobato. "Kami ingin pulang sekarang, tapi pemerintah harus menjamin keamanan dan memfasilitasi kami."

Belo mengungkapkan bahwa pemerintah hendak memangkas supali beras dari semula 40 kilo per kepala keluarga menjadi 20 kilo. Para pengungsi, ujar Da Costa, ingin tahu alasan di balik pengurangan jatah itu. Katanya,"pengungsi sebagai korban politik punya hak penuh menerima bantuan."

Alhasil sekitar seratus ton beras, yang Kamis (7/2) lalu, hendak dibagikan oleh staf PBB Mark Smith ditampik pengungsi. Terjadilah Negosiasi. Tapi tak ada hasil. “Jika pemerintah tetap memaksa kami menerima bantuan ini, kami siap menuntut hak walaupun akan mati,” ujar Belo mengancam.

Mereka bahkan berencana mengelar aksi demo damai di kota Dili untuk menuntut pemerintah mengatasi masalah pengungsian. Adapun Selasa (5/2) lalu sejumlah pelajar berunjuk rasa. Mereka menuntut pemerintah segera mengumumkan program behasiswa yang dijanjikan Presiden Jose Ramos Horta.

Para pelajar itu juga mendesak agar pemerintah berlaku transparan dalam membuka peluang beasiswa untuk para pelajar yang berperetasi. Menanggapi hal itu Presiden Horta berjanji akan menemui para pelajar pada Senin (11/2) depan.

| JOSE SARITO AMARAL (DILI)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PBB Ingatkan Reinado
Horta Serukan Rakyatnya Ampuni Soeharto
PPP Tuntut PBB Selidiki Pembunuhan Benazir
Alkatiri Tidak Berniat Jenguk Soeharto
Xanana Tak Dapat Jenguk Soeharto
Ribuan Pendukung Reinado Akan Berdemo di Dili
Horta Tidak Akan Melawat
PBB Gagal Sepakati Nasib Kosovo
Jepang dan Uni Eropa Dukung Kesepakatan Bali
Xanana Ultimatum Reinado
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk117101 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Lalu Lintas Jalan Protokol dan Tol di Jakarta Lancar
Lukman Edy Pesimistis Islah dengan Gus Dur Terwujud
Nepal Memilih Presiden Pertama
Tiga Pria Tewas Karena Minuman Keras
Paus Benediktus XVI Malu dan Minta Maaf di Australia

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data