Islamabad Tenang Memasuki Kampanye Hari Terakhir
Sabtu, 16 Februari 2008 | 15:50 WIB
TEMPO Interaktif, Islamabad:Kota Islamabad, ibukota Pakistan, sepi dan tenang memasuki hari terakhir kampanye partai-partai menjelang Pemilihan umum dua hari lagi. Dari pantauan Tempo News Room, sepanjang jalan protokol lalu-lintas terlihat sepi karena semua kantor tutup pada hari Sabtu (16/2).
Di kawasan Aga Khan Road, tempat sejumlah hotel bintang lima dan kantor kementerian Pakistan, tak tampak pengamanan mencolok. Situasi serupa di kawasan komplek kedutaan negara asing, tak jauh dari Aga Khan Road.
Hanya tampak beberapa polisi berjaga. Sejumlah jalan utama memang dilengkapi barikade kawat duri untuk pemeriksaan mobil yang melintas, namun polisi hanya sesekali memeriksa. Selebihnya, lalu-lintas berjalan normal.
Sabtu ini adalah hari terakhir masa kampanye partai-partai peserta Pemilu. Sesuai ketentuan lembaga penyelenggara Pemilihan Umum Pakistan, kampanye harus berakhir paling lambat pukul 24.00.
Tidak seperti di Indonesia, kampanye di Pakistan hanya
dilakukan selepas magrib sehingga siang hari situasi
selama musim kampanye tidak berbeda dengan hari-hari
biasa. Di sini juga tidak dikenal periode minggu
tenang, periode di mana partai-partai selama sepekan
menjelang Pemilu dilarang berkampanye.
Satu-satunya waktu tenang hanya berlaku pada Ahad besok, sehari sebelum pemilihan berlangsung. Situasi tenang ini membuat warga Islamabad yakin pemilu akan berlangsung damai. "Saya bergembira karena pengamanan cukup bagus. Ya, saya akan datang untuk memilih. Tapi Anda tahu, kami tetap harus waspada," kata Muhammed Sabir, pria 35 tahun yang bekerja di kantor Perdana Menteri di pusat kota Islamabad saat ditemui Tempo Sabtu siang.
Sebelumnya berbagai kalangan mencemaskan teror bom akan mewarnai pemungutan suara. Hanya sepekan sebelum pemilu berlangsung, empat bom meledak di berbagai lokasi di Pakistan. Total korban jiwa akibat bom sudah mencapai lebih dari 25 orang.
Bila situasi Islamabad tenang, situasi di pedalaman
sangat berbeda. Harian lokal The News hari ini melaporkan hasil survey mereka. Isinya, banyak warga di pedesaan memilih tinggal di rumah Senin nanti. Survey di kawasan pedesaan Mardan itu menemukan bahwa para pemilih takut ancaman bom jika datang ke tempat pemungutan suara.
"Bahkan banyak responden yang kami tanya tidak hanya memutuskan untuk absen memilih, tapi juga menyarankan kerabat dan teman-temannya untuk tak usah datang ke pemungutan suara," demikian harian tersebut melaporkan.
Untuk mengamankan pemilihan umum, angkatan bersenjata
Pakistan mengerahkan 80.000 anggota pasukannya di
seantero negeri. Pengamanan ketat terutama dilakukan
di wilayah utara Pakistan yang berbatasan dengan
Afganistan, lokasi yang sering diwarnai aksi peledakan bom.
Daru Priyambodo/Islamabad





