Pemilu Pakistan Dimulai Pagi Ini
Senin, 18 Februari 2008 | 08:34 WIB
TEMPO Interaktif, Islamabad:
Pemilihan umum Pakistan akan dimulai pagi ini tepat pukul 08.00 waktu setempat (10.00 WIB). Sebanyak 81 juta dari 158 juta warga Pakistan yang berhak memilih diharapkan datang ke 64.176 tempat pemungutan suara yang tersebar di seluruh negeri.
Suasana Pakistan pada detik-detik menjelang pemilihan relatif tenang. Penjagaan berlangsung ketat. Di Islamabad, ibukota Pakistan, jalan-jalan protokol dikawal satuan gabungan tentara dan polisi yang berjaga-jaga di beberapa sudut strategis. Sejumlah jalan utama dipasang barikade untuk pemeriksaan mobil yang melintas. Meski demikian, pengamanan ini tidak mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Untuk pengamanan, pemerintah Pakistan mengerahkan 81 ribu tentara. Komisi Pemilihan Umum Pakistan sebelumnya telah menetapkan 52 distrik (setingkat kabupaten) sebagai wilayah rawan karena ancaman kerusuhan dan teror bom.
Sejak sepekan terakhir, terjadi lima kali ledakan bom di berbagai wilayah dengan total korban mencapai lebih dari 57 orang. Ledakan terakhir terjadi Sabtu lalu di kawasan Parchinar, desa di dekat perbatasan dengan Afganistan. Dalam ledakan ini, 37 orang tewas dan 90 lainnya luka-luka.
Pemilu yang diikuti 47 partai ini adalah pertaruhan yang sangat menentukan tidak hanya bagi Presiden Musharraf dan partai yang berkuasa, Liga Muslim Pakistan (PML-Q), tapi juga bagi dua rival beratnya, PML-N yang dipimpin bekas perdana menteri Nawaz Sharif, dan PPP, Partai Rakyat Pakistan yang sebelumnya dipimpin mendiang Benazir Bhutto.
PPP adalah partai terbanyak memasang kandidat untuk parlamen nasional, yaitu 207 orang, disusul PML-N 166 kandidat dan PML-Q 154 kandidat. Ini adalah pemilihan umum ke-10 sejak negara Pakistan terbentuk tahun 1947.
Kepada Tempo, Jan Wahidi, Sekretaris Bersama Komisi Pemilihan Umum Pakistan menjelaskan, hasil tidak resmi pemilu sudah bisa diketahui sekitar 2 hari setelah pemungutan suara. “Untuk memininalkan kecurangan pencatatan suara, setiap kandidat akan mendapat copy hasil penghitunga tidak resmi,” kata Wahidi.
Dalam Pemilu ini, para kandidat akan memperebutkan 269 kursi parlemen di tingkat nasional dan 570 kursi di tingkat propinsi. Partai pemenang mayoritas berhak membentuk pemerintahan dengan mengangkat perdana menteri, namun bila tidak ada partai pemenang mayoritas, maka mereka harus berkoalisi untuk membentuk pemerintah baru.
Daru Priyambodo/Islamabad





