Adu Meriah di Arena Pemilihan Umum Pakistan

Senin, 18 Februari 2008 | 19:46 WIB

TEMPO Interaktif, Rawalpindi: Bila pemilihan umum di Ibu Kota Islamabad berlangsung tertib, bahkan terkesan "dingin", situasi yang sangat berbeda terasa di luar kota. Di Rawalpindi, 16 kilometer dari Islamabad, suasana pemilihan sangat meriah.

Di sepanjang jalan utama di dekat tempat pemungutan suara, partai-partai yang bersaing membuka posko berupa tenda. Warga berdatangan ke tenda-tenda partainya untuk mendapat petunjuk teknis cara mencoblos. Acara ini sekaligus digunakan oleh kader-kader partai untuk berkampanye meneriakkan yel-yel partai, meski masa kampanye sudah berakhir.

"Perubahan! Perubahan!" teriak para pendukung partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) pimpinan tokoh oposisi Nawaz Sharif.

Hanya lima meter dari sana, teriakan tadi disambung teriakan pendukung Partai Rakyat Pakistan (PPP, partai yang dulu dipimpin mendiang Benazir Bhutto). "Hidup Bhutto! Hidup Bhutto!" teriak mereka.

Tak jauh pula dari situ, yel-yel mendukung partai diteriakkan simpatisan partai Liga Muslim Pakistan-Quaid (PML-Q), partai yang mendukung Presiden Pervez Musharraf.

Di jalanan yang berdebu itu pula melintas mondar-mandir mobil para pendukung partai yang dilengkapi bendera partai ukuran raksasa dan pengeras suara menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Hiruk pikuk, namun semua berlangsung damai.

Tak jauh dari sana memang sempat terjadi insiden perkelahian, namun tapi cuma aksi saling gebuk antarpengemudi bajaj yang berebut penumpang. Lelah saling jambak dan pukul, kedua orang itu kemudian berlalu dengan mengumpat-umpat.

Suasana agak berbeda terlihat di jalanan depan Quait Bagh, lapangan tempat Benazir Bhutto berkampanye terakhir kali sebelum kemudian terbunuh oleh ledakan bom. Di jalan depan lapangan, persis di tempat mobil Benazir dibom, massa pendukung PPP berkerumun meneriakkan yel-yel. Sebagian dari mereka asyik berpose gagah di depan beberapa juru kamera televisi asing yang datang.

"Sir,... sir,... photo,... photo...," kata seorang bocah sambil menarik-narik tangan Tempo. Setelah selesai dipotret, bocah itu meminta untuk melihat hasilnya di layar kamera digital, lalu berteriak kegirangan. Tak lama kemudian, bocah yang sama menuntut difoto oleh wartawan AFP yang sedang melintas, lalu berjingkrak lagi setelah melihat hasilnya.

Suasana lebih tenang terlihat di lokasi-lokasi "penstempelan"--bukan pencoblosan, karena di Pakistan gambar partai tidak perlu dicoblos, tapi distempel--yang biasanya terletak di gedung sekolah, kantor pemerintah, atau lapangan yang jauh dari jalan raya.

"Saya senang sekarang bisa memilih. Saya pendukung Bhutto," kata Shareen, gadis berusia 18 tahun. Lho, bukankah Benazir Bhutto sudah meninggal? "Tidak apa-apa, saya pendukung keluarga Bhutto. Zardari (suami Bhutto yang kini mengendalikan PPP) adalah Bhutto juga," katanya.

Secara umum, sampai sekitar pukul 15.00 waktu setempat, suasana pemilihan umum di Pakistan berlangsung lancar. Hanya terjadi sedikit insiden di beberapa tempat. Di Gujrat, kabupaten di Pakistan tengah, seorang perempuan tewas terkena peluru nyasar saat terjebak saling tembak dalam perkelahian para buruh. Di Lahore, sempat muncul ancaman palsu akan terjadi serangan bom.

Sejauh ini, belum didapat laporan bagaimana situasi pemilihan di wilayah perbatasan dengan Afganistan yang sering mengalami serangan bom bunuh diri.

Dalam pemilihan umum kali ini, tiga partai besar berebut untuk mendapat kursi terbanyak dari jatah 272 kursi parlemen untuk tingkat nasional dan 570 kursi di tingkat provinsi. Ketiga partai besar itu adalah PML-N pimpinan Nawaz Sharif, PML-Q yang saat ini mendukung Musharraf, dan PPP yang diperkirakan akan mampu menang. Partai lain adalah partai-partai kecil yang tidak terlalu diperhitungkan.

Tepat pukul 17.00 waktu setempat (19.00 WIB), pemungutan suara dihentikan dan disusul dengan penghitungan suara. Hasil sementara penghitungan sudah bisa dilihat antara 1-2 jam setelah penutupan pemungutan. Hasil nasional, meski belum hasil resmi, diperkirakan sudah bisa diketahui 2 atau 3 hari mendatang.

DARU PRIYAMBODO (RAWALPINDI)






Komentar Anda

Kirim