|
Semiliar Umat Muslim Dunia Mengutuk Kekerasan
Selasa, 19 Pebruari 2008 | 00:43 WIB
TEMPO Interaktif, Doha:
Lembaga jajak pendapat Gallup mensurvei umat Islam di 35 negara yang merupakan 90 persen umat Islam dunia. Hasilnya bertentangan dengan pendapat kebanyakan pakar.
Hanya tujuh persen umat Islam di dunia mendukung serangan ke menara kembar World Trade Center. Sebagian besar, 92 persen, mengutuk penghancuran gedung di New York pada 11 September 2001 itu.
Setidaknya inilah hasil jajak pendapat yang dilakukan Gallup sejak 2001 hingga 2007 pada 90 persen umat Islam dunia yang bermukim di 35 negara.
“Yang lebih menarik lagi, hampir semua yang setuju serangan itu mengatakan mendukung karena alasan politik, bukan agama,” kata Dalia Mogahed, analis Gallup yang bersama John L. Esposito merangkum hasil jajak pendapat itu dalam sebuah buku.
Draf buku bertajuk “Who Speaks for Islam: What a Billion Muslims Really Think” itu diluncurkan pada ujung akhir konferensi US-Islamic World Forum di Doha, Qatar, Senin (18/2).
Kesalehan para pendukung serangan pun ternyata malah sedikit lebih rendah daripada yang anti. Sedangkan tingkat pendidikan dan ekonomi mereka yang
menyetujui gempuran di Amerika Serikat itu ternyata cenderung lebih tinggi dibandingkan yang anti.
“Ini membantah pendapat sebagian pakar yang menyatakan sumber terorisme adalah agama dan kemiskinan,” kata Dalia.
Akurasi jajak pendapat ini dinyatakan plus minus 3 persen dan di setiap Negara setidaknya diambil sampel 1.000 orang dengan metode acak.
Dilihat hasil per negara, ternyata 99 persen penduduk Indonesia menganggap agama adalah factor penting dalam kehidupan mereka. Ini paling tinggi dibandingkan umat Islam di Negara lain. Yang terendah adalah di Inggris (36 persen), sedangkan di Amerika Serikat 76 persen. Bambang Harymurti (Doha)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|