|
Tentara Kembali Buru Pemberontak Timor Leste
Jum'at, 22 Pebruari 2008 | 13:08 WIB
TEMPO Interaktif, Dili: Tentara dan polisi Timor Leste hari ini memulai kembali operasi pengejaran kelompok pemberontak yang dituduh terlibat kudeta yang gagal di Dili pada 11 Febaruari lalu. Kelompok itu kini dipimpin Salsinha Gastao setelah Alfredo Reinado tewas dalam penyerangan ke rumah Presiden Jose Ramos Horta.
Rabu lalu operasi perburuan kelompok itu di kawasan Dili dihentikan karena para pemberontak dinyatakan telah menjauhi kota tersebut. Panglima Tentara Timor Leste Brigadir Jenderal Taur Matan Ruak kala itu mengatakan akan menyusun strategi baru untuk menangkap mereka.
Pagi ini secara resmi operasi pengejaran dideklarasikan melalui parade militer oleh Taur di Ibu Kota Dili. Pengejaran akan dilakukan di seluruh distrik, baik di pegunungan maupun perkotaan.
"Tugas itu diberikan negara dan kami akan menjankannya secara profesional sesuai kekuatan kami. Kami tidak akan mundur selangkah pun kecuali mati," kata Taur, yang memimpin langsung operasi gabungan itu.
Menurut Taur, pemberontak negara harus diburu karena telah berniat menjatuhkan negeri itu sebagai negara berdaulat. Pemberontak pimpinan Salsinha, kata dia, berniat membunuh kepala negara dan kepala pemerintah.
Taur meminta warga Timor Leste untuk tetap tenang dan tidak memberikan dukungan atau bantuan apa pun kepada kelompok pemberontak tersebut. Dia juga mengimbau kepada para politikus untuk tidak mempolitisir operasi pengejaran tersebut.
"Kami juga akan menangkap para pendukung pemberontak dan siapa saja yang membantu memberikan kartu pulsa telepon selular dan bantuan lainnya, karena mereka juga termasuk pemberontak negara," kata Taur menegaskan.
Mantan anggota Falintil (Angkatan Bersenjata Pembebasan Nasional Timor Timur), sayap militer Fretilin, itu berjanji tidak akan mengecewakan pemimpin negara yang telah memberikan mandat pengejaran terhadap kelompok tersebut. "Kelompok pemberontak akan terus kami kejar hingga dapat," katanya.
Taur mengatakan perburuan akan dilakukan selama 24 jam, tapi tidak menyebutkan berapa kekuatan pasukan yang diturunkan. "Sebaiknya kelompok Salsinha menyerah secara baik-baik agar tidak harus dikejar-kejar," katanya.
Perdana Menteri Xanana Gusmao, yang lolos dari upaya penyergapan kelompok Reinado, mendukung penuh operasi ini. "Kami tidak memberi toleransi untuk mereka. Kami sudah berusaha memanggil mereka untuk berdialog, tapi ditolak," katanya.
Xanana juga meminta rakyat tetap tenang dan bekerja sama dengan pasukan untuk menangkap pemberontak. "Siapa pun pendukung kelompok pemberontak adalah musuh negara," kata dia.
JOSE SARITO AMARAL (DILI)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|