Raul Castro Resmi Jadi Presiden Kuba
Senin, 25 Februari 2008 | 08:41 WIB
TEMPO Interaktif, Havana:Sebanyak 614 anggota Majelis Nasional Kuba, Minggu (24/2) menetapkan Raul sebagai presiden menggantikan abangnya, Fidel, yang mengundurkan diri pada 19 Februari lalu. Ia menantang Amerika Serikat dengan berjanji tidak akan meninggalkan jalan komunis.
Raul menegaskan kakaknya tak tergantikan. Menurutnya rakyat akan tetap melanjutkan tugas-tugas Fidel meski ia sudah tak lagi menjadi presiden.
"Saya menerima tanggung jawab yang telah diberikan dengan keyakinan yang sering saya sampaikan: hanya ada satu panglima tertingi dalam revolusi Kuba, Fidel, dan kita semua tahu itu," kata Raul.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleeza Rice mendesak Kuba memulai proses perubahan demokratis dengan melepaskan para tahanan politik, menjunjung hak asasi manusia, serta melaksanakan pemilihan umum yang bebas dan adil.
Majelis juga menetapkan Panglima Angkatan Bersenjata, wakil presiden pertama, lima wakil presiden lainnya, sekretaris jenderal partai, dan 23 anggota dewan.
AFP|Desy Pakpahan





