Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

AS Kaji Situasi di Belarusia
Sabtu, 08 Maret 2008 | 08:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Amerika Serikat membantah duta besarnya di Belarusia telah diusir dari negeri itu. Jurubicara Departemen Luar Negeri AS Tom Casey, menyatakan, duta besar AS untuk Belarusia akan tetap berada di Minsk, ibukota negeri itu. Kini Departemen Luar Negeri AS masih terus mengkaji situasi. "Laporan pers yang kami terima pagi ini telah menyatakan ia telah diusir dari negeri tersebut, secara resmi diberitahu bahwa ia harus pergi. Itu tidak benar," kata Casey

"Duta Besar (Karen) Stewart belum diusir. Pemerintah Belarus telah menyatakan --saya kira itu adalah pernyataan sopan-- bahwa ia kembali ke Amerika Serikat untuk konsultasi," Casey menambahkan.

"Ia berada di Minsk, dan ia akan tetap berada di Minsk sementara kami mengkaji situasi tersebut," kata Casey.

Dia menegaskan, menempatkan duta besar dan memiliki perwakilan diplomatik tingkat tinggi di di Minsk untuk berhubungan dengan pemerintah Belarus sangat penting. AS, kata dia, memang prihatin dan akan terus mengambil upaya yang diperlukan untuk membebaskan semua tahanan politik.

Di Minsk, Kementerian Luar Negeri menyatakan Belarus memerintahkan "penarikan ke Minsk duta besar Republik Belarus di Amerika Serikat Mikhail Khostov" sebagai pembalasan atas sanksi terhadap perusahaan monopoli minyak Belneftekhim.

Keputusan tersebut itu salah satu dari sejumlah masalah keras yang akan dilakukan sebagai reaksi terhadap Amerika Serikat --yang telah melanggar kesepakatan mengenai normalisasi hubungan, demikian antara lain isi pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri di Minsk.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko dalam beberapa bulan belakangan telah melakukan tindakan guna meningkatkan hubungan dengan Barat, tapi Kementerian Luar Negerinya menyatakan tindakan paling akhir tersebut didorong oleh sanksi yang dijatuhkan AS atas perusahaan minyak nasional Belarus, Belneftekhim.

AFP | Padjar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Belarusia Usir Duta Besar Amerika Serikat
Menteri Pertahanan Menilai Australia Langgar Hukum Internasional
Panglima TNI Sesalkan Polisi Federal Australia
DPR Minta Pemerintah Panggil Duta Besar Australia
Anggota DPR: Penghinaan Australia Harus Dibalas
Sulawesi Selatan Terbitkan Aturan Wajib Belajar Al Quran
Enam Mahasiswa Timor Leste Dideportasi
Pertemuan Yudhoyono-Lee Hasilkan Sejumlah Kesepakatan
Ahli Arab Belanda Jadi Duta Besar

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118824 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data