Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

300 Pejuang Hamas Dilatih di Iran
Minggu, 09 Maret 2008 | 08:36 WIB

TEMPO Interaktif, Kota Gaza: Seorang komandan senior Brigade Izzudin al-Qassam membenarkan bahwa saat ini terdapat 150 pejuang Hamas yang berlatih di markas Garda Revolusi Iran.

"Kami telah mengirim tujuh regu pejuang kami ke Iran untuk meningkatkan kemampuan bertempur kami," kata lelaki 29 tahun yang enggan disebut namanya. Ia hanya mengatakan dirinya adalah salah satu sasaran utama pasukan Israel.

Apa yang dilontarkan komandan Brigade Al-Qassam ini membenarkan tudingan Direktur Shin Beth (dinas rahasia dalam negeri Israel) bahwa Iran melatih pasukan Hamas.

Menurut sang komandan, anak buahnya berlatih soal taktik dan menggunakan senjata canggih. Mereka juga belajar membuat bom yang berdaya ledak tinggi dengan memanfaatkan bahan-bahan ayang ada di sekitarnya.

Lama pelatihan antara 45 hari sampai enam bulan. Jika ada pejuang Hamas yang berbakat masa latihan bisa diperpanjang. Jika ada yang tak kuat, mereka akan dimasukkan ke unit penelitian Hamas.

Sang komandan menuturkan, aturan di markas Garda Revolusi Iran sangat ketat. Para pejuang Hamas hanya boleh keluar sekali dalam sepekan. Jika keluar harus dalam rombongan dan dikawal tentara Garda.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada 150 tentara Hamas yang pulang berlatih dari Iran dan 650 lainnya kembali dari pelatihan di Suriah. Lulusan dari Iranlah yang melatioh rekan-rekan mereka di Suriah, di mana saat ini ada 62 serdadu Hamas.

"Mereka pulang dengan kemampuan lebih yang kami butuhkan," kata sang komandan. Ia mencontohkan lulusan Iran dan Suriah itu memeiliki pengetahuan luas soal bahan-bahan pembuat bom dan roket, menembak sasaran dari jarak jauh, dan kemampuan seperti yang dimiliki pejuang Hizbullah. Yakni keluar dari terowongan di belakang prajurit Israel.

Sang komandan mengakui pengiriman tentara Hamas ke Iran dan Suriah sudah dimulai sejak Israel mundur dari Jalur Gaza pada 2000. Mereka pergi ke sana lewat Mesir dan sama sekali tidak melewati imigrasi dengan alasan keamanan.

Times/Faisal Assegaf


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118852 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data