Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Ahmadinejad : Kami Hargai Sikap Adil Indonesia
Selasa, 11 Maret 2008 | 19:28 WIB

TEMPO Interaktif, Teheran:
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menghargai sikap abstain Indonesia dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu.

"Ini merupakan sikap yang sangat adil," katanya saat memberi keterangan pers usai berjumpa dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantornya di Teheran hari ini (11/3).


Ahmadinejad menggharapkan sikap adil ini terus dikembangkan Indonesia secara konsisten. Bahkan ia berharap Indonesia juga berperan dalam upaya mengubah struktur Dewan Keamanan PBB, agar lembaga ini dapat lebih adil dalam bersikap. "Struktur yang ada sekarang tak memungkinkan Dewan Keamanan PBB bersikap adil," katanya.

Sebelum Ahmadinejad berbicara, Presiden Yudhoyono sempat memuji keberhasilan kunjungan Ahmadinejad ke Indonesia pada 2006. "Kunjungan itu berhasil membuat kerjasama kedua negara terus berkembang," kata Yudhoyono pada acara kunjungan balasannya itu.

Presiden RI juga menjelaskan konsistensi sikap Indonesia dalam mendukung kesepakatan Nuclear Profileration Therapy. "Kami mendukung upaya pengembangan tenaga nuklir untuk maksud damai," katanya.

Indonesia berharap kerjasama Iran dan IAEA yang sekarang berjalan baik terus membaik agar persoalan nuklir Iran tak menjadi isu politik dan tetap dilihat sebagai masalah teknis kenukliran.

Harapan ini disambut baik Iran. Ahmadinejad juga mengharapkan kerjasama dengan Indonesia terus berkembang. Bila hari ini telah disepakati kerjasama proyek pengilangan minyak, pabrik pupuk, pertukaran peneliti, dan kerjasama pertanian, Ahmadinejad berharap kerjasama lain dapat dikembangkan lagi.

Dalam soal pertanian, Indonesia memang bisa belajar banyak dari Iran. "Dulu mereka sempat impor produk pertanian sampai senilai 5 miliar dolar. Sekarang mereka ekspor lebih dari 2 miliar dolar," kata Menteri Perdagangan Mari Pangestu. Bambang Harymurti (Teheran)

Dari Arsip Majalah TEMPO
Main Curang di Langit Iran | 21 Pebruari 2005
Dapatkah AS-Iran Bertaut Kembali? | 13 Desember 2004
Wajah Iran yang Simpatik  | 16 Maret 1999
Hujan Meteor dari Persia | 25 Oktober 2004
Dari Sanksi Turun ke Nuklir | 25 Oktober 2004
Merobohkan Tembok Berlin Arab  | 24 November 2003
Satu Kali Kesempatan Lagi | 10 November 2003
OKI: Masihkah Berguna?  | 20 Oktober 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Amerika Desak Sekutunya Bekukan Aset Bank Iran
Paripurna DPR Bahas Interpelasi Iran
"Melawan Jelas Bukan Pilihan bagi Kami"
Iran Bebaskan 15 Prajurit Inggris sebagai "Hadiah"
Hubungan Indonesia – Iran tetap Mesra
Telepon SBY-Bush Tidak Terkait Resolusi 1747
Dukungan Indonesia Pada Resolusi 1747 Persulit Konferensi Sunni-Syi'ah
Tim Pembela Muslim Akan Gugat Presiden
Bush Paksa Iran Bebaskan Marinir Inggris
Enggan Minta Maaf, Ahmadinejad Sebut Blair Sombong
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119034 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

ACeS Menang Gugatan Lelang USO
Pejabat Cianjur Beda Pendapat soal BLT
Polisi Gerebek Pesta Ganja
Baru Tiga Kecamatan Dapat Kartu BLT
Hamilton Tercepat di Sesi Latihan Monaco

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data