|
Cina Bantah Gunakan Senjata di Lhasa
Senin, 17 Maret 2008 | 11:27 WIB
TEMPO Interaktif, Beijing: Pemerintah Cina membantah telah menggunakan senjata mematikan untuk menghentikan aksi protes di ibu kota Tibet, Lhasa, Jumat lalu. Mereka menyatakan tak ada satupun peluru yang ditembakkan aparat.
"Selama proses (pasukan keamanan) tak membawa atau menggunakan senjata mematikan," kata kepala pemerintahan Tibet, Qiangba Puncog dalam konferensi persnya hari ini. Sebagai pejabat yang bertanggungjawab, dia memastikan senjata sama sekali tak diletuskan. "PLA tak terlibat sama sekali dengan insiden itu," katanya merujuk pasukan pembebasan rakyat Cina.
Dia menambahkan bahwa pasukan pembebasan hanya terlibat setelah terjadinya kerusuhan. Mereka bertugas membersihkan kota dan membantu memelihara stabilitas. Qiangba mengatakan bahwa para perusuh telah membakar atau menganiaya hingga mati 13 warga sipil tak berdosa selama terjadi kerusuhan di Lhasa.
Angka yang disebut Qiangba lebih besar dari jumlah korban tewas yang sebelumnya resmi diumumkan pemerintah Beijing, yaitu 10 orang. Namun, pemerintahan Tibet di pengasingan memastikan jumlah yang tewas dalam kerusuhan itu mencapai angka 80 orang.
Kerusuhan di Lhasa diawali aksi unjuk rasa memperingati kekerasan di Tibet oleh pemerintah Cina pada 1959. Sejak kekerasan itu, pemimpin Tibet, Dalai Lama hidup di pengasingan.
AFP|JULI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|