|
Mukhriz Mahathir: Badawi Mundur, Suara Rakyat
Selasa, 18 Maret 2008 | 17:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Empat hari setelah pilihan raya (pemilihan umum), Mukhriz Mahathir, 44 tahun, menulis surat kepada Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi.Lelaki kelahiran Alor Setar, Kedah, ini mendesak Ketua Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) itu mundur lantaran hasil pencoblosan yang jeblok.
Pada pemilu 8 Maret, perolehan suara koalisi Barisan Nasional yang dikomandoi UMNO tidak sampai duapertiga. Barisan hanya menguasai 140 dari 222 kursi parlemen. Sisanya milik oposisi. Padahal pada pilihan raya empat tahun lalu, Barisan sangat berkuasa dengan 198 dari 219 kursi parlemen.
Rupanya surat itu tidak dijawab. Anggota sayap pemuda UMNO ini pun kembali bersuara pada akhir pekan lalu. Kali ini langsung lewat media. “Saya didesak oleh rakyat yang memberi satu isyarat cukup jelas bahwa mereka tidak percaya kepada pemimpin kita sekarang,” kata Mukhriz kepada Tempo melalui teleppon selulernya hari ini.
Tindakan Mukhriz ini persis mengikuti jejak ayahnya, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang pernah memimpin Malaysia selama 22 tahun. Sehari setelah pilihan raya, ia menyatakan penyesalannya lantaran memilih Badawi sebagai penerusnya dalam jumpa pers di rumahnya, Alor Setar. Ia juga menuntut bekas anak buahnya itu mundur sebagai bentuk tanggung jawab.
Mukhriz bertekad bersuara anti-Badawi hingga Pak Lah – panggilan akrab sang pemimpin – bersedia mundur. Kepada Tempo, ia juga menjelaskan soal perpecahan di tubuh UMNO dan rencana politiknya. Berikut penuturannya kepada Faisal Assegaf:
Kenapa Anda menuntut Badawi mundur?
Ini suara rakyat yang lahir dari pilihan raya.
Bukan didesak ayah Anda?
Saya didesak oleh rakyat yang memberi satu isyarat cukup jelas bahwa mereka tidak percaya kepada pemimpin kita sekarang.
Bila badawi tetap bertahan?
Saya khawatir karena kursi Barisan Nasional di parlemen yang tidak duapertiga dan kedudukan pembangkang yang kuat dibanding dulu. Dalam keadaan ini, pemimpin yang tidak punya kepercayaan dari rakyat akan menghadapi banyak masalah. Kita berharap Pak Lah bersedia mendengarkan suara rakyat. Saya akan terus menuntut hingga dia mau mundur.
Keberanian Anda lantaran Anda putra Mahathir?
Saya berani karena saya paham apa yang dimaui oleh rakyat. Itu yang mendorong saya mengambil risiko pribadi ini.
Apakah Badawi sudah merespon tuntutan Anda?
Tidak ada respon secara langsung tapi melalui media Beliau mengaku menikmati sokongan dari masyarakat, anggota UMNO dan Barisan Nasional.
Apakah benar UMNO sudah pecah?
Jelas sudah wujud perpecahan di antara yang menolak kepemimpinan sekarang dan yang mau kepemimpinan diteruskan. Sentimen ini ada di semua peringkat. Jels sekali ada penolakan dari kaum muda yang khawatir masa depan mereka tidak terbela lagi.
Siapa saja tokoh UMNO yang anti-Badawi?
Saya tidak yakin siapa. Tapi contohnya tempat-tempat pada pilihan raya 2004 kita menang, kali ini kalah. Jelas ada ahli (anggota) UMNO dan Barisan Nasional yang memberi undi kepada pihak lawan. Jelas ada unsur tidak percaya dan keyakinan terhadap Pak Lah. Kita tidak bisa salahkan mereka. Namun ini perlu dipersatukan . Saya kira proses penyatuan ini tidak akan bisa selesai selama tidak ada pertukaran kepemimpinan.
Ada tekanan terhadap sikap Anda ini?
Sudah tentu ada tekanan-tekanan yang diberikan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk di kalangan rekan-rekan saya di jawatan ahli kuasa pemuda UMNO. Ini risiko yang harus saya pikul. Ada juga ahli-ahli biasa UMNO yang menyatakan pendirian dan sokongan terhadap sikap saya.
Anda dipaksa mundur?
Belum ada ketentuan lagi. Mungkin dalam rapat pemuda UMNO masalah ini akan dibahas.
Apakah Badawi menawarkan jabatan supaya Anda dan Mahathir tidak lagi mengkritik dia?
Tidak ada tawaran. Saya tidak berminat menjadi anggota kabinet selama tidak ada pertukaran kepemimpinan.
Anda siap dipecat dari UMNO?
Semua risiko itu harus saya tanggung.
Kenapa Anda berminat berpolitik?
Saya sudah lama berminat melibatkan diri dalam politik. Waktu ayah menjadi perdana menteri, ia tidak membenarkan keluarganya terlibat langsung dalam politik. Alasannya ia tidak mau ada konflik kepentingan dalam urusan negara dan partai.
Anda ingin menjadi perdana menteri seperti ayah Anda?
Saya tidak ada satu target pada masa ini karena saya sadar kemampuan saya Cuma menjadi anggota parlemen (Mukhriz menang di daerah pemilihan Jerlun, Kedah). Selama 22 tahun menjadi anak perdana menteri, saya cukup paham dengan apa amananh dan tanggung jawab yang harus dipikul seorang pemimpin. Saat ini saya belum layak memegang jabatan yang lebih tinggi.
Anda tidak berniat pindah ke oposisi?
Kesetiaan saya Cuma untuk UMNO. Saya masih menaruh harapan dan keyakinan besar terhadap partai kita.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|