|
Barghuti Diharapkan Bebas Sebelum Hari Kemerdekaan Israel
Kamis, 03 April 2008 | 20:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Fadwa Barghuti sangat berharap suaminya, Marwan Barghuti yang kini sedang ditahan Israel, dibebaskan sebelum peringatan kemerdekaan Israel pada 15 Mei mendatang.
"Kami terus berdoa supaya ia bisa dibebaskan," kata Fadwa kepada Tempo melalui telepon selulernya hari ini. Telepon tiba-tiba terputus dan ia sulit kembali dihubungi.
Harapan serupa juga dilontarkan Sa'ad Nimr, Direktur Free Barghuti, sebuah lembaga nirlaba yang memperjuangkan pembebasan Barghuti. "Ia ada dalam daftar teratas tahanan Palestina yang akan ditukar dengan Kopral Gilad Shalit dan dua tentara Israel yang diculik Hizbullah," ujarnya dihubungi secara terpisah.
Shalid diculik pada Juni dua tahun lalu. Sebulan kemudian, giliran Hizbullah bertindak serupa yang memicu Perang Libanon selama 34 hari.
Barghuti adalah pemimpin yang paling berpengaruh di Palestina. Dialah yang menjembatani konflik Hamas dan Fatah sehingga melahirkan pemerintahan bersama lewat Kesepakatan Makkah, Maret 2007. Ia pula yang dua kali memimpin intifadah pada 1985 dan September 2000.
Barghuti, 48 tahun, divonis lima hukuman penjara seumur hidup ditambah 40 tahun karena dianggap mendalangi lima serangan ke wilayah Israel. Ia baru menjalani 5 tahun. Sebelumnya, selama 3,5 tahun ia dikurung di sel isolasi berukuran 2×1,5 meter persegi: enam bulan di Penjara Ar-Ramla, dekat Bandara Ben Gurion, dan sisanya di Ber Sheva.
Ia ditangkap pada 15 April 2002. Lelaki kelahiran Desa Khobar, Ramallah, ini sempat bersembunyi setelah lolos dari dua usaha pembunuhan.
Faisal Assegaf
INDEKS BERITA LAINNYA :
|