|
Amerika Nilai Dili Terlalu Menolerir Pemberontak
Kamis, 10 April 2008 | 20:03 WIB
TEMPO Interaktif, Dili: Duta Besar Amerika Serikat untuk Timor Leste, Hans Klemm, menilai pemimpin Timor Leste sudah terlalu toleran terhadap kelompok pemberontak pimpinan Gastao Salsinha yang telah berniat membunuh Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta.
Klemm juga menyatakan penghargaannya atas perintah Perdana Menteri Xanana Gusmao kepada pasukan pencari kelompok pemberontak itu agar mulai bertindak keras.
"Saya sangat terharu dengan usaha pemerintah sebelumnya dalam menyelesaikan masalah tidak dengan kekerasan dengan meminta pemimpin pemberontak menyerah dan diadili sesuai hukum," ungkap Klemm saat berkunjung ke kantor media lokal Timor Post di Dili pada Rabu lalu.
"Pemimpin negeri ini sudah terlalu sabar menghadapi kelompok pemberontak yang yang telah berniat membunuh Presiden Horta dan Xanana Gusmao," kata ambasador yang mulai bertugas di Dili sejak Juni 2007 itu.
Diplomat yang pernah bertugas di Tokyo, Bonn, Seoul, dan Port of Spain itu juga mengingatkan agar pasukan operasi gabungan polisi dan tentara Timor Leste untuk tetap menghargai hak warga yang tidak bersalah. Ia mengaku bahwa selama operasi berlangsung, pasukan sudah menjalankan tugas dengan sukses, tapi ada kesalahan-kesalahan kecil yang tak terhindari terjadi.
Dalam kesempatan itu, Klemm membantah keras tudingan dari beberapa kalangan bahwa Kedutaan Amerika di Dili berada di balik krisis politik dan militer pada 2006 dan mendukung AlfredoReinado.
"Kami tidak pernah memberikan dukungan kepada kelompok pemberontak selama Reinado keluar dari markas Polisi Militer pada Mei 2006," katanya.
Namun, dia menyatakan bahwa sebelum bertugas di Dili, bekas Duta Besar Amerika untuk Timor Leste, Joseph Rees, menyampaikan kepadanya bahwa Reinado memiliki potensi untuk masa depan negeri kecil itu, tetapi tidak menggunakan kesempatan itu.
JOSE SARITO AMARAL (DILI)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|