|
Polisi Nepal Tangkap 500 Demonstran Tibet
Kamis, 17 April 2008 | 21:28 WIB
TEMPO Interaktif, Kathmandu:Lebih dari 500 warga Tibet di pengasingan meneriakkan slogan anti-Cina saat digiring ke truk polisi dan ditahan di markas kepolisian setempat, setelah melakukan aksi protes di depan kedutaan Cina di Nepal.
Ini adalah penahanan terbesar para demonstran Tibet dalam sehari, sejak demonstrasi dimulai bulan lalu di Kathmandu, menentang kekerasan yang dilakukan pemerintah Cina di Tibet.
Para demonstran mengenakan bendera Tibet berwarna merah-kuning-dan biru di belakang mereka. Wajah-wajah mereka juga dicat dengan warna seperti darah sebagai simbol dari apa yang mereka sebut sebagai kekerasan Cina terhadap Tibet. Mereka membiarkan tubuhnya diseret masuk ke dalam truk polisi sambil berteriak, "Cina pembohong!" dan "Kami ingin Tibet merdeka!"
"Kami sekarang menahan 502 warga TIbet, termasuk 266 perempuan dan biksuni, di penjara," kata pejabat senior polisi Sarbendra Khanal .
Namun, menurut Khanal para demonstran itu akan dibebaskan dalam waktu 24 jam. Sebelumnya, para pemrotes hanya ditahan beberapa jam saja. Kini peraturan diperketat. "Kami tak lagi mentoleransi setiap aktifitas anti Cina," kata Khanal.
Nima Dolkar yang tinggal di Kathmandu dan menjual barang kerajinan Tibet mengatakan, "Apapun yang dilakukan Cina di Tibet adalah sebuah sandiwara dan kami ingin suara kami di dengar, jadi PBB bisa membantu kami." Nima menjadi salah satu demonstran yang ditangkap.
Nepal yang wilayahnya terjepit di antara Cina dan India hanya mengakui kebijakan politik Satu Cina. Di negara itu kini tinggal sekitar 20 ribu warga Tibet yang mulai berdatangan sejak 1959 ketika Dalai Lama lari ke pengasingan.
AFP |JULI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|