|
Protes Film Fitna
Putra Panglima Militer Belanda Tewas
Sabtu, 19 April 2008 | 15:15 WIB
TEMPO Interaktif, Kabul:Putra Panglima Militer Belanda tewas dalam sebuah serangan bom di selatan Afghanistan, Jumat waktu setempat. Serangan ini hanya berselang sehari setelah bom bunuh diri menewaskan 25 orang warga Afghanistan.
Militan Taliban mengaku bertanggung jawab atas kematian Letnan Dennis van Uhm, putra Jenderal Peter van Uhm. Mereka mengatakan serangan ini terkait dengan dirilisnya film Fitna yang dibuat anggota parlemen Belanda Geert Wilders.
Kematian Dennis hanya berselang sehari setelah ayahnya, Jenderal van Uhm dilantik menjadi panglima angkatan bersenjata Belanda yang baru. Empat tentara Belanda yang baru pulang dari misi pengintaian tiba-tiba saja mendapat serangan ke arah mobil mereka di provinsi Uruzgan.
Menurut juru bicara kementrian pertahanan Belanda, Jenderal Freek Meulman, dua orang tewas dalam serangan itu. Dua lainnya terluka serius. "Kami mengetahui yang ada dalam kendaraan itu adalah putra dari panglima tentara Belanda," ujar juru bicara Taliban, Yusuf Ahmadi.
Milisi garis keras mengancam untuk terus meningkatkan serangan melawan para tentara Belanda di Afghanistan. Ini terkait dengan penayangan film Fitna di internet yang dibuat Wilders. "Serangan ini adalah bagian dari operasi kami melawan Belanda. Pertama karena mereka mengokupasi negara kami, dan kedua karena adanya penghinaan atas Nabi Muhammad oleh warga Belanda," kata Ahmadi.
Kini ada lebih 1.600 tentara Belanda yang diterjunkan ke Afghanistan sebagai bagian dari operasi NATO yang memimpin Pasukan Keamanan Internasional untuk melawan pemberontakan kaum Taliban. Pemerintah Belanda memutuskan untuk memperpanjang misi mereka hingga 2010.
AFP| JULI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|