Hillary Menang di Pennsylavania
Rabu, 23 April 2008 | 13:02 WIB
TEMPO Interaktif, Philadelphia:Harapan Hillary Clinton menduduki kursi Presiden Amerika Serikat masih terbuka ketika ia mengalahkan pesaingnya Barack Obama dalam pemilihan awal kunci partai Demokrat di Pennsylvania, Selasa waktu setempat.
"Hari ini di Pennsylvania, kalian membuat suara kalian didengar dan karena kalian, kini keadaannya berbalik," ujar Hillary di hadapan para pendukungnya, setelah hasil pemilihan menunjukkan bekas ibu negara itu mengalahkan Obama.
Pemilihan di Pennsylvania ini sangat penting karena menyediakan 158 delegasi, terbesar diantara 10 ajang pemilihan Demokrat yang masih tersisa hingga pertengahan Juni nanti. Kemenangan di negara bagian ini memuluskan jalan Hillary memenangkan konvensi partai Demokrat pada Agustus mendatang.
Hillary selama ini masih kalah bersaing dalam pengumpulan delegasi dari Obama. Secara keseluruhan pengumpulan delegasi masih dipimpin Obama dengan angka 1.713 delegasi sementara Hillary 1.586 delegasi. Masing-masing membutuhkan 2.024 delegasi untuk maju sebagai calon tunggal dari partai Demokrat untuk menantang John McCain, calon dari Partai Republik.
Dari 95 persen suara yang terkumpul, Hillary memimpin dengan 55 persen sementara Obama mendapat 45 persen. Dengan kemenangan ini, Hillary tampaknya akan terus melaju dan menepis anggapan ia akan kalah dari rivalnya, Barack Obama. "Banyak orang tak memperhitungkan saya dan meminta saya mundur," ujar Ny. Clinton. "Orang Amerika tak bisa berhenti, dan mereka berhak mendapat presiden Amerika yang tak berhenti pula."
Hillary juga memohon agar pendukungnya memberi tambahan dana kampanye. Menurutnya, itu adalah satu-satunya cara untuk terus berkompetisi dengan pesaingnya. Obama mengucapkan selamat atas kemenangan Hillary di Pennsylvania. Soal hasil ini, Obama mengatakan kampanyenya berlangsung lebih baik dari yang diharapkan.
"Banyak orang yang tidak berpikir kami mampu membuat persaingan begitu ketat ketika dimulai," katanya. Kemenangan ini menurut polling media di Amerika, didapat dari suara kaum buruh, perempuan dan pria kulit putih. Perempuan menguasai 60 persen suara di negara bagian itu.
AFP|BBC|JULI HANTORO





