Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Ribuan Anak Irak Direkrut Jadi Pelaku Bom
Sabtu, 26 April 2008 | 11:31 WIB

TEMPO Interaktif, Amman:PBB mensinyalir ribuan anak Irak direkrut menjadi pelaku bom. "Ini tidak bisa ditoleransi," kata utusan PBB untuk masalah anak dan konflik bersenjata, Radhika Coomaraswamy, kepada BBC di ibukota Yordania, Amman, Sabtu (26/4).

Menurut Coomaraswamy, anak-anak tersebut memang dilatih untuk melakukan penyerangan. Mereka diajari bagaimana membawa dan menggunakan senjata api untuk melakukan teror. Mereka kerap dibayar untuk melakukan penyerangan. "Beberapa di antaranya dibayar, sering kali untuk menempatkan bom," katanya.

Kegiatan itu, kata dia, disebabkan kemiskinan yang dialami anak-anak. Tidak terpenuhinya kebutuhan dasar mereka, yakni pendidikan, dan rentan pada gangguan psikologis karena kekerasan yang biasa mereka lihat dan alami sehari-hari. "Mereka mengeksploitasi kemiskinan anak-anak," ujarnya.

Dia menambahkan, perekrutan anak-anak ini sudah terjadi sejak tahun 2004 dan terus berkembang hingga saat ini. Setidaknya 1.500 anak-anak di Irak menjadi pelaku penyerangan. Mereka biasanya adalah anak-anak yang putus sekolah.

Coomaraswamy menemukan terjadi penurunan jumlah siswa usia sekolah dasar dari 80 persen di tahun 2005 menjadi 50 persen di tahun ini. Anak-anak Irak juga rawan terkena penyakit kolera, karena hanya 40 persen anak yang bisa mengakses air bersih.

Oleh karenanya, dia mengimbau kepada para pemuka agama, politisi, militer dan para pemimpin suku di Irak untuk memperhatikan masalah tersebut. "Jangan ada kekerasan dan kembalikan anak ke sekolah," ujarnya.

BBC/Rini Kustiani

Dari Arsip Majalah TEMPO
Target Berjalan dari Italia | 14 Maret 2005
Kami Tidak Akan Menjiplak Iran | 21 Pebruari 2005
Kini Tiba Giliran Syiah | 14 Pebruari 2005
Pilih Paket, Bukan Platform | 31 Januari 2005
Kebangkitan Syiah 'Politik' | 31 Januari 2005
Clinton, 'Impeachment', dan Irak  | 22 Desember 1998
Dan Garda pun Kembali  | 02 Agustus 2004
Bagdad Dulu, Bagdad Sekarang  | 02 Agustus 2004
Tulah Perang Irak bagi Blair  | 19 Juli 2004
Zarqawi: Teroris atau Dalih | 25 Oktober 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Irak Pecat Seribu Tentara Pembangkang
Jepang Didesak Tinggalkan Irak
Kehadiran Pasukan Amerika di Irak Bakal Diperpanjang
Rudd Bawa Angin Perubahan
Tuntutan Pembubaran Parlemen Irak
500 Tahanan Irak Dibebaskan
46 Ribu Pengungsi Irak Pulang
Jakarta Lamban Evakuasi TKI
Gerilyawan Kurdi Harus Hentikan Serangan
Parlemen Irak Kecam Turki dan Gerilyawan Kurdi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122040 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Perawat Se-Indonesia Tuntut Kesejahteraan
DPR Enggan Bahas RUU Pengadilan TIpikor
DPR Klaim Kinerja Bidang Legislasi Lebih Berkualitas
Pendaftaran Seleksi Nasional Mahasiswa Digelar Juni
Menteri: Pembocor Ujian Nasional Tak Boleh Dilindungi

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data