|
PBB Bentuk Tim Pangan
Selasa, 29 April 2008 | 20:53 WIB
TEMPO Interaktif, Bern:Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-Moon, Selasa (29/4)lalu, memerintahkan tim khusus krisis pangan PBB segera bertugas menanggulangi masalah kerawanan pangan yang dipicu kenaikan harga pangan di seluruh dunia. Dia juga mendesak negara-negara produsen utama mengakhiri larangan ekspor.
"Prioritas utama kami adalah memberi makan mereka yang kelaparan," tuturnya selepas pertemuan dengan 27 kepala badan PBB dan pimpinan Bank Dunia. Sekretaris Ban juga mendesak agar para negara donor memberikan bantuannya kepada Program Pangan Dunia (World Food Programme).
Menurut Ban Ki-Moon gugus tugas khusus PBB ini akan dipimpin Deputi Sekretaris John Holmes. Tim ini akan mengawali kerjanya dengan mencari langkah darurat dan jangka panjang untuk mengatasi krisis yang dipicu oleh kenaikan tajam harga bahan pangan pokok seperti gandum.
"Kami mempertimbangkan peningkatakan drastis harga pangan di dunia telah berkembang menjadi tantangan besar di dunia yang merupakan krisis bagi kalangan paling lemah di dunia, termasuk warga miskin di perkotaan," demikian dikatakan PBB dalam siaran persnya selepas pertemuan para pimpinan teras PBB di ibukota Swiss.
PBB memperkirakan 100 juta orang akan menghadapi kekurangan pangan, dan Program Pangan Dunia mengatakan mereka membutuhkan dana tambahan $377 juta tahun ini untuk dapat memberi makan orang-orang yang membutuhkan. "Saat ini kami hanya punya uang kontan US$ 18 juta," kata Kepala Program Pangan Josette Sheeran.
"Kami tak bisa memperoleh makanan tanpa uang kontan di tangan," katanya lagi. Adapun Bank Dunia berjanji melipatgandakan pinjaman bagi sektor pertanian di Afrika dalam setahun ke depan. Bank Dunia juga mengatakan mereka tengah menggodok pemberian kredit yang lebih cepat dan mudah ke sejumlah negara miskin.
Tantangan badan khusus PBB lainnya sebagaimana dikutip BBC adalah bagaimana mendorong sektor pertanian agar dapat dipertahankan. Juga mengatasi perubahan iklim, dan pada saat bersamaan memastikan produksi pangan cukup.
| AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|