close

Enam Pemberontak Dili Ditahan Sementara

Kamis, 01 Mei 2008 | 20:58 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Pemimpin pemberontak Timor Leste, Gastao Salsinha, bersama lima anggotanya hari ini dikenai tahanan sementara di Lembaga Pemasyarakatan Becora, di Dili. Marcelo Caetano, tersangka penembak Horta, termasuk dalam kelompok ini. Pengadilan Distrik Dili memutuskan mereka dipenjara sambil menunggu proses investigasi selanjutnya.

Kelompok Salsinha ini diduga kuat terlibat dalam penyerangan terhadap Presiden Jose Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao pada 11 Februari silam. Mereka juga diduga terlibat dalam perampasan senjata polisi di perbatasan dan penyerangan terhadap tentara Timor Leste di Fatuahi, Dili, pada 2006 lalu.

Para tersangka diperiksa sejak Rabu lalu hingga hari ini. Pemeriksaan itu dipimpin hakim internasional Ivo Rosa, kuasa hukum Benevides Coreia Barros, dan Jaksa Penuntut Umum Felismeno Cardoso.

Felismeno Cardoso mengatakan, Salsinha dan rekan-rekannya diancam hukuman 20 tahun penjara karena melakukan percobaan pembunuhan terhadap presiden dan kasus lainnya. "Kalau nantinya terbukti," kata dia, "mereka akan dihukum maksimal 20 tahun penjara."

Seusai pemeriksaan itu, Salsinha menjelaskan bahwa ia menyerahkan diri setelah Presiden Horta pulang ke Dili sesuai pernyataannya pada bulan lalu. "Ini kesepakatan yang telah kami lakukan dengan penjabat Presiden Timor Leste Fernando Lasama de Araujo dan Jaksa Agung Longinhos Monteiro," katanya.

Salsinha menegaskan bahwa ia tidak pernah ingin menyerahkan diri sebelumnya, walaupun pasukan pencarian akan bertambah, tetapi ia harus menempati janji seorang tentara. Pemimpin pemberontak itu juga membantah isu bahwa ia menyerah kepada pemerintah, tetapi ia sengaja menyerahkan diri kepada pengadilan untuk mencari keadilan dan kebenaran.

JOSE SARITO AMARAL (DILI)

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan