close

Cina Panik Gempa Susulan

Selasa, 13 Mei 2008 | 23:06 WIB

TEMPO Interaktif, Beijing:Para pekerja kantoran di Chengdu, Selasa (13/5) kemarin, berhamburan ke jalanan setelah gempa susulan berkekuatan 6,1 pada skala Richter mengguncang ibu kota Provinsi Sichuan itu sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Mereka mengalami trauma setelah Senin lalu gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter memorakporandakan sejumlah wilayah di provinsi itu sekitar pukul 13.00.

Pusat Jaringan Gempa Cina mengatakan, setelah gempa pada Senin lalu itu, Sichuan digemparkan oleh 1.950 gempa susulan selama 25 jam. Lindu yang mengocok wilayah Sichuan pada Senin lalu itu diperkirakan menewaskan 10 ribu orang lebih. Ditaksir pula ada sekitar 10 ribu lagi yang terkubur di Mianzhu, daerah pusat gempa. Sebanyak 10 ribu cedera di wilayah berpenduduk 500 ribu jiwa itu.

Perdana Menteri Cina Wen Jiabao meminta para penolong bekerja sekuat tenaga. Termasuk mengamankan harta benda warga dan menyelamatkan korban yang terjebak di bawah puing-puing reruntuhan. "Ini prioritas utama mereka," kata Wen, seperti dikutip kantor berita Cina, Xinhua, di markas pertolongan bencana di ibu kota Provinsi Sichuan, Chengdu, Cina bagian barat daya.

Lebih lanjut Wen menegaskan, "Kita memanfaatkan setiap detik dan berbuat semampu kita menolong mereka yang selamat." Tapi, apa boleh buat, upaya pertolongan terhambat hujan lebat dan jalan-jalan yang rusak parah. Beijing juga mengerahkan 50 ribu tentara mendukung upaya pertolongan. Sebanyak 16 ribu di antaranya telah berada di kawasan bencana.

Dilaporkan Xinhua, sebanyak 1.300 tentara dan petugas medis, yang tiba di Wenchuan, langsung mencari korban selamat dan merawat korban cedera. Sebelumnya, satu-satunya kontak dengan kawasan bencana terjadi ketika seorang pejabat tinggi menyerukan bantuan dari luar dengan menggunakan telepon satelit.

Terhadap bantuan sukarelawan asing, pemerintah Cina mengatakan belum bisa mengizinkan mereka masuk. "Transportasi rusak berat, bahkan petugas kami belum bisa menembusnya," kata Kepala Departemen Kementerian Hubungan Sipil Wang Zhenyao. "Jadi kami belum bisa memberi izin kepada tim sukarelawan asing."

| AP | AFP | BBC | XINHUA | ANDREE PRIYANTO

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan