Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Korban Tewas Gempa Cina 50.000
Jum'at, 16 Mei 2008 | 11:19 WIB

TEMPO Interaktif, Luoshui:Korban gempa berkekuatan 7,9 skala richter di Cina terus meningkat. Pejabat Cina mengatakan jumlah korban tewas bisa mencapai 50 ribu orang. Tentara diterjunkan dalam jumlah besar untuk mencari korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan. Pemerintah juga meminta warga membantu dengan cara apa saja.

Cina juga sudah mulai membuka diri terhadap bantuan asing. Bantuan pertama yang datang berasal dari pesaingnya di kawasan regional, Jepang. Jutaan korban selamat meninggalkan rumah-rumah mereka karena takut akan ambruk atau takut berada dalam bangunan. Mereka tidur beratapkan langit atau tinggal di tenda-tenda.

Presiden Cina Hu Jintao hari ini terbang ke Sichuan untuk memberi dukungan pada para korban dan mengkrepresikan, "apresiasi kepada publik dan kader-kadernya di zona bencana," tulis kantor berita resmi pemerintah Xinhua.

Meski mayat ada di mana-mana, kantor kementrian kesehatan mengatakan belum ada ancaman penyakit sejauh ini. Para relawan terus mensuplai makanan dan air untuk para korban.

"Masih banyak mayat di bukit-bukit, dan lubang sudah digali untuk mengubur mereka," kata Zhao Xiaoli, seorang perawat di kota yang hancur, Hanwang. "Tak ada cara membawa mereka turun. Sangat berbahaya." Kementrian kesehatan memerintahkan semua mayat harus segera dikubur untuk menghindari penyebaran penyakit.

Seorang reporter kantor berita Associated Press dan fotografer yang mengambil gambar proses penguburan korban tewas sempat ditahan polisi selama 3,5 jam di kota Luoshui. Mereka kemudian dilepaskan tanpa ada penjelasan apapun.
AP|JULI







INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Cina Sepakat Kembangkan Ladang Gas Iran
Status Kewarganegaraan Bagi Warga Cina Pemukim
Cina Larang Konsumsi dan Produksi Kantong Plastik
Boediono: Relokasi Garmen Cina Positif
Masalah Dagang RI-Cina Diselesaikan Secara Teknis
Impor Produk Cina Tak Dilarang
"Jika Barang Ilegal, Harusnya Langsung Ditolak"
Ekspor Produk Makanan Ditargetkan Mencapai US$ 2,1 Miliar
Indonesia-Cina Belum Sepaham Penjaminan Crash Program
Radio Erabaru Layangkan Protes ke Pemerintah Cina
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123183 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data