close

Komandan Militer Dili Tolak Tentara Desertir

Kamis, 29 Mei 2008 | 21:42 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Kepala Staf Angkatan Darat Timor Leste Kolonel Lere Anan Timur menolak kembalinya tentara desertir ke barak. "Saya akan keluar markas jika mereka kembali ke barak, karena masalah mereka bukan lagi masalah militer, tetapi telah berbaur politik," kata Lere, seperti dikutip koran setempat, Klaak, di Dili hari ini.

Menurut mantan anggota Falintil (Angkatan Bersenjata Pembebasan Nasional Timor Timur), sayap militer Fretilin, itu, tindakan 756 tentara desertir keluar markas pada 2006 lalu itu melawan disiplin militer. Belakangan sekitar 80 tentara disertir itu memilih kembali ke barak dan yang lain memilih menjadi warga sipil atau tenaga kerja di luar negeri.

Sejauh ini pemerintah pimpinan Perdana Menteri Xanana Gusmao belum memberikan penyelesaian atas masalah tentara disertir ini. Pemerintah masih menunggu rapat Dewan Pertahanan dan Keamanan dalam waktu dekat ini.

Agusto de Araujo, juru bicara tentara desertir, menjelaskan bahwa mereka menuntut untuk mendapat hak yang sama dengan bekas penasehat militer kepresidenan, Pedro Klamar Fuik, yang kini diterima kembali menjadi komandan Marinir.

Pedro Klamar Fuik adalah mantan penasehat kepresidenan di masa Xanana Gusmao menjabat sebagai presiden. Pedro dikabarkan kabur dari markas dengan membawa pistol dan senjata laras panjang pada masa krisis politik dan militer pecah pada 2006 silam.

Dia kemudian dilucuti di Distrik Oequsse sebelum melawat ke Portugal. Setelah kembali ke Dili pada tahuan ini, dia diberi jabatan komandan marinir.

Hal inilah yang diprotes para tentara disertir. "Kami mau semua tentara yang kabur dari markas diperlakukan sama. Kenapa (Pedro) tidak lewat proses investigasi," ungkap Agusto.

Perdana Menteri Xanana Gusmao dan Panglima Tentara Timor Leste Brigadir Jenderal Taur Matan Ruak kemarin menolak memberikan komentar soal ini. Ketika wartawan mencoba menanyakannya, mereka hanya menggelengkan kepala dan berlalu.

JOSE SARITO AMARAL (DILI)

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan