close

Massa Oposisi Malaysia Tolak Kenaikan Harga Minyak

Jum'at, 13 Juni 2008 | 21:36 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Sekitar 2.000 orang berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di Kuala Lumpur, Malaysia, hari ini. Aksi yang dipimpin Partai Islam Se-Malaysia (PAS) itu juga menuntut Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi mundur.

Posisi Abdullah dikritik setelah dia mengeluarkan kebijakan pencabutan subsidi bahan bakar minyak pekan lalu. Akibatnya, harga bensin di negeri jiran itu naik 40 persen dari 1,92 ringgit (Rp 5.500) per liter menjadi 2,7 ringgit (Rp 7.800) per liter. Hal ini juga mendorong kenaikan harga barang-barang lainnya.

Kelompok oposisi pun memprotes. "Pemerintah telah memaksa kami turun ke jalan untuk menuntut kebijakan yang merusak itu dicabut. Kami menuntut Perdana Menteri mundur," kata Salahuddin Ayub, Ketua Pemuda PAS dan pemimpin demonstrasi ini.

Demonstrasi itu berjalan dengan damai. Sejumlah demonstrasi juga digelar partai-partai oposisi di tempat yang berbeda. Mereka berencana akan menggelar unjuk rasa akbar pada 12 Juli nanti.

AFP | BERNAMA | IWANK

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan