close

Timor Leste Hentikan Pencarian Pemberontak

Kamis, 19 Juni 2008 | 13:55 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Pemerintah Timor Leste hari ini menghentikan operasi pencarian kelompok pemberontak pimpinan mendiang Alfredo Reinado Alves setelah 20 pemberontak menyerah, termasuk wakil pemimpin pemberontak Gastao Salsinha.

Operasi pencarian pemberontak itu dimulai sejak Februari silam setelah terjadi percobaan pembunuhan terhadap Horta dan Xanana. Pemberhentian operasi secara resmi dilakukan melalui parade miter di Stadion Municipal Dili yang dihadiri Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmao, Panglima Tentara (F-FDTL) Brigadir Jenderal Taur Matan Ruak, Kepala Polisi Nasional (PNTL) Afonso de Jesus, dan beberapa anggota parlemen.

Usai acara parade, Horta memuji keberhasilan tentara dalam menggelar operasi itu, sehingga tidak ada satu peluru pun yang dikeluarkan. Tapi, dia menegaskan bahwa penghentian operasi ini tidak berarti semua operasi militer di negeri itu berhenti. Operasi terus berlangsung di Sektor Barat (Loromonu).

"Operasi di Sektor Barat terus berlangsung untuk menyita senjata ilegal, seperti granat, senjata tradisional, dan beberapa senjata yang masih hilang," kata peraih Nobel Perdamaian itu.

Horta juga mendesak pemerintah Aliansi Mayoritas Parlemen pimpinan Xanana Gusmao untuk menyelesaikan masalah tentara disertir, yang hingga kini masih dikumpulkan di Aitarak Laran, Dili. Para tentara itu ditawari untuk kembali ke barak dengan mengikuti prosedur perekrutan baru. Tapi, sebagian dari mereka menolak prosedur tersebut.

Taur Matan Ruak mengatakan, mereka telah menerima 47 tentara disertir untuk ikut dalam proses perekrutan baru, yang diperlakukan sama dengan calon tentara lainnya. "Kalau ikut dalam perekrutan baru ini hak mereka, tetapi harus ikuti persyaratan perekrutan. Kalau akhirnya sebagian tidak lulus, itu normal," kata Taur.

JOSE SARITO AMARAL (DILI)

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan