close

Kado Demo Junta Burma

Kamis, 19 Juni 2008 | 20:51 WIB

TEMPO Interaktif, Rangoon:Tujuh orang pengunjuk rasa yang menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi, Kamis (19/6), ditahan aparat keamanan Burma. Sebelumnya, mereka bergabung dengan sekitar seratus demonstran yang berkumpul di luar kantor pusat Partai Liga Nasional untuk Demokrasi di Rangoon.

Para pemrotes berkumpul dalam rangka memperingati hari lahir Suu Kyi ke-63. Aksi unjuk rasa itu diawali dengan kegiatan membagi-bagikan makanan kepada para biksu. Kemudian mereka mulai meneriakkan slogan-slogan yang mendesak dibebaskannya tokoh prodemokrasi Burma tersebut.

"Bebaskan Daw Aung San Suu Kyi sekarang!" kata pengunjuk rasa. Tiba-tiba seorang pria membentangkan spanduk yang mengecam respons rezim atas bencana topan bulan lalu yang menewaskan puluhan ribu orang. "Bencana topan adalah masalah. Kehidupan adalah masalah."

Beberapa menit setelah demonstran meneriakkan yel-yel, datang milisi pro-junta. Mereka berhadap-hadapan. "Sejurus kemudian, tujuh orang ditangkap," kata seorang pengurus Liga yang minta namanya dirahasiakan demi keamanan kepada kantor berita Prancis AFP.

Di Bangkok, Thailand, peringatan ulang tahun Suu Kyi ditandai dengan aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Seluruh Biksu Burma. Mereka menuntut agar pemimpin junta militer Burma Jenderal Besar Than Shwe diseret ke Pengadilan Kriminal Internasional atas pelbagai tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam rilis para biksu aktivis itu menyatakan Than Shwe mesti diadili di antaranya karena, "menghambat pasokan bantuan kepada para korban topan." Mereka juga menyerukan embargo senjata internasional dan sanksi-saksi keuangan terhadap para jenderal.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan Presiden Prancis Nicholas Sarkozy mendesak junta untuk segera membebaskan Suu Kyi yang dikenai tahanan rumah sejak 1989. Ia ditahan karena dianggap sebagai penantang utama junta setelah partainya sukses menyabet kemenangan besar dalam pemilihan umum 1990.

| AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO
| AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan