Menerima Kiriman Dari Jawa Barat Ribuan warga Jakarta Timur dan Jakarta Pusat harus diungsikan
karena banjir. lapangan terbang Kemayoran tak luput dari
genangan. menurut seorang pejabat, banjir itu akibat kiriman
dari Jawa Barat. |
DIBANDUNG bulan lalu, Pebruari ini terbilang bulan yang akan
menerima curah hujan lebih tebal. Dari tanggal 1 sampai 9
Pebruari saja catatan Lemhaga Meteorologi dan Geofisika
menunjukkan angka 313,40 mm sementara bulan lalu hanya 280,00
mm. Dan tentulan banjir pula yang terjadi di minggu lalu karena
hujan yang tak kunjung henti selama beberapa hari sehingga
hampir secara merata berbagai daerah di pulau Jawa sempat
tergenang. Sungai Citarum di Jawa Barat misalnya, tidak kurang
terengah tengahnya menampung dimpahan 6 anaknya, sehingga 2 buah
tanggunganya harus menyerah dan bobol. Menurut pejabat-pejabat
Departemen PUTL arus sungai itu sampai mencapai kecepatan 1400 M
setiap detik, sehingga apapun yang ada di sekitarnya terendam.
Secara pasti fihak Pemda Jabar belum menyebut angka-angka
kerugian, meskipun sawah-sawah yang ada telah melaut untuk
beberapa hari lamanya.
Itu belum lagi cukup. Beberapa buah sungai seperti Ciliwung yang
ada di wilayah Jawa Barat berkenan pula mengirimkan airnya
menyelusup Ibukota dan sekitarnya. Akibatnya cukup meyakinkan
untuk jadi perhatian bagi penduduk Jakarta. Sebab pada hari
Jum'at minggu lalu, hampir secara serentak 20.000 orang penduduk
dari 12 kelurahan di Jakarta Timur, berikut lebih dari 8.000
orang warga kelurahan Guntur di Jakarta Pusat, harus diungsikan
karena dihalau sang air. Kecuali menambah beceknya bagian-bagian
kota metropolitan ini, konon pula kunjungan air sempat menelan 3
orang korban sementara di kelurahan Cipinang Besar, Kelender dan
beberapa kampung di sepanjang kali Malang air sempat mencium
bubungan rumah penduduk.
Samudra Pura. Selebihnya adalah jalan-jalan di berbagai wilayah
Jakarta yang memacetkan kenderaan karena mendadak berubah wajah
menjadi sungai-sungai dan danau. Dan lapangan terbang
internasional Kemayoran yang hampir tidak pernah luput dari
genangan pada tahun-tahun sebelumnya, minggu lalu juga mengalami
hal serupa. Air menghampar mulai dari pintu masuk sampai ke
landasan tempat pesawat-pesawat biasa memarkir diri sehingga
tempat yang banyak dikenai dengan Angkasa Pura berubah ' gelar
menjadi Samudra Pura. Beberapa buah pesawat yang hendak
berlalu-lintas hari Jum'at minggu lampau itu terpaksa harus
bersabar diri, menunggu pipapipa penyedot memindahkan genangan.
Beberapa orang pejabat DKI Jaya menolak istilah banjir bagi
musibah air demikian Yang benar, kata pejabat-pejabat itu,
adalah "genangan air setempat". Lalu adalah Ali Sadikin,
gubernur, untuk kesekian kalinya menolak genangan-genangan air
di wilayahnya sebagai akibat belum beresnya saluran-saluran air.
Menurut Ali Sadikin, Jawa Barat-lah yang telah mengirim air,
yaitu kali Ciliwung yang banjir. Tetapi dikirim atau tidak
nyatanya 2 buah tanggul di Muara Angke, 4 buah di Kali Angke dan
sebuah tanggul lagi di kali Cideng sempat tumbang dilanda air.
Akibatnya yang lain telah mengulangi hikayat pemadaman listrik
yang dilakukan untuk mencegah korban-korban apabila terjadi
kerusakan kabel-kabel karena dilanda air. Untuk ini, Muspida
DKI Jaya, telah mengeluarkan anjuran kepada petugas-petugasnya
untuk mempersiapkan kemungkinan air lebih besar dalam minggu ini.
Thamrin. Untuk wilayah-wilayah Ibukota yang terletak di pinggir
sungai mungkin benarlah adanya dalih Gubernur DKI tadi. Namun
tempat-tempat utama Ibukota yang hampir selalu dengan cepatnya
tergenang setiap hujan agak lebat sedikit tercatat adalah
jalan-jalan ini: Sabang, Thamrin, Cideng, Merdeka Timur,
Kwitang, Salemba, Percetakan Negara, Tanah Tinggi di samping
beberapa bagian di daerah Grogol.
|