Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 34/III/27 Oktober - 02 November 1973
   
Nasional

Poster, Obat & Darah

Generasi Pemuda Indonesia pendukung perjuangan dan bangsa arab melancarkan demonstrasi di Kedubes AS. Badan penolong pembebasan Palestina mencatat 250 sukarelawan, donor darah dan dompet sumbangan.

SETELAH Kualalumpur perkataan tak senang terhadap
turut-campurnya Amerika dalam perang di Timur Tengah minggu lalu
telah menjalar ke Jakarta. Hari Kamis itu kurang lebih 40 pemuda
dari Generasi Pemuda Indonesia Pendukung Perjuangan Bangsa Arab
telah mendatangi kedutaan besar Amerika Serikat di Jalan Merdeka
Selatan Jakarta. Demonstrasi kecil ini dalam pernyataan yang
mereka bacakan telah"mengutuk keterlibatan Amerika Serikat dalam
perang Timur Tengah" dan tanpa menyebut-nyebut peranan Uni
Soviet mereka juga "mendesak agar Amerika Serikat segera
menghentikan pengiriman senjata, dukungan dan bantuannya kepada
Israel". Robert M Pringle, sekretaris II kedutaan Amerika tentu
saja hanya dapat menjanjikan untuk "menyampaikan pernyataan
saudara-saudara kepada pemerintah Amerika Serikat".

Di tengah kesibukan penjaga-penjaga keamanan berseragam dan
berpakaian sipil yang melakukan pengawasan dengan ketat, para
demonstran sempat pula membeberkan berbagai poster dan pamllet
yang mereka bawa. Dan merasa tidak cukup dengan fihak Amerika,
pemuda-pemuda tadi pada hari itu juga mendatangi Del-artemen
Luar Negeri di Senayan. Sambil menyebut-nyebut resolusi DK-PBB
nomor 242, di hadapan Dirjen Politik Deplu, Didi Djajadiningrat,
mereka meminta pemerintah Indonesia agar mengirimkan berbagai
jenis bantuan, mulai dari selimut, obat-obatan dan darah, di
samping sukarelawan bagi fihak Arab.

500 ribu. Sementara itu di Jalan Kramat Raya 45 Jakarta sejak
beberapa hari sebelumnya telah terbentuk Badan Penolong
Pembebasan Palestina. Sampai Jumat pekan lalu, badan ini telah
mencatat 250 nama dari mereka yang siap dikirim sebagai
sukarelawan membantu fihak Arab, meskipun dari fihak pemerintah
Indonesia tampaknya tak bakal mengizinkan keberangkatan mereka.
Dan pada hari yang sama di masjid Sunda Kelapa Jakarta, sehabis
berbuka puasa, hampir secara mengagetkan telah dimulai kegiatan
menyumbang darah bagi korban-korban perang Timur Tengah dari
fihak Arab di tengah keluhan PMI akan sedikitnya para donor
selam. ini Di samping uang sebanyak Rp 500 ribu dari Partai
Persatuan badan ini juga sedang mengusahakan pengiriman
obat-obatan dan perlengkapan medis yang bakal diperoleh dari
bantuan para penyumbang, seperti dari dompet pembaca yang juga
sudah dimulai harian Abadi.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
20/XXXVII/07 - 13 Juli 2008

 

Berita lainnya

Boker Hidup Lagi! - 07 Jul 2008 | 02:27 WIB
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM - 07 Jul 2008 | 01:15 WIB
Pembantai Itu Hanya Diam - 07 Jul 2008 | 00:20 WIB
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang - 06 Jul 2008 | 21:56 WIB
Wakil Presiden Tutup Raimuna IX - 06 Jul 2008 | 21:39 WIB
God Save the Queen di Silverstone - 06 Jul 2008 | 21:01 WIB
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin - 06 Jul 2008 | 18:12 WIB
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat - 06 Jul 2008 | 18:10 WIB
Panwas Protes KPU Jawa Timur - 06 Jul 2008 | 18:08 WIB
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden - 06 Jul 2008 | 16:52 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data