Liputan Wartawan TEMPO Beberapa wartawan TEMPO meliput peristiwa demonstrasi
mahasiswa. Dalam peristiwa itu beberapa wartawan terpaksa
merelakan barang-barang berharganya yang dirusak perusuh. (fk) |
MANSUR Amin, Zulkifli Lubis Syahrir Wahab, Martin Aleida Yunus
Adicondro, Ed Zoelverdi, Toeti Kakiailatu dan Fikri Jufri adalah
di antara sederetan nama-nama wartawan TEMPO yang memasukkan
laporan pandangan mata pribadi dari peristiwa huruhara 2 hari
minggu lalu. Sehingga dari seluruh laporan yang terkumpul di
meja editor tak kurang dari 30 folio tik tebalnya. Di samping
bahan-bahan tertulis ini, hampir semua reporter dan anggota staf
TEMPO telah datang pula dengan potret-potret yang mereka ambil
dari peristiwa minggu lalu -- terkumpul tak kurang dari 25
lembar contact prints masing-masing minimum berisi 30 exposed.
Menghadapi peristiwa yang begitu hidup dan bahan yang begitu
banyak, kami hampirampir tak dapat menahan fanatisme profesi
kami untuk menjalin suatu reportase yang hidup. Tapi untuk itu
tentu saja, kami akan sulit terhindar dari kecenderungan
menghidangkan fakta-fakta yang kami lihat apa adanya -- suatu
hal yang untuk memenuhi anjuran PWI dalam pemberitaan setelah
huru-hara, terpaksa kami simpan. Dengan kata lain, bahwa dari
reportase yang begitu banyak yang masuk dan menarik, Bur
Rasuanto kemudian hanya menulis seperti yang dapat dibaca dalam
laporan ini.
Dalam kerusuhan tersebut TEMPO, seperti juga penduduk Jakarta
yang terkena lainnya, tak urung terlanda juga oleh aksi. Untuk
hanya menyebut beberapa, Yunus Adicondro kehilangan motor
Hondanya yang dibakar massa di persimpangan Pecenongan. TEMPO
harus merelakan mobil Daihatsu yang kebetulan sedang diservis di
bengkel Astra jalan Kemakmuran. Bur Rasuanto harus merelakan
kamera Nikormat yang ditarik seorang perusuh dad bahunya dan
kemudian dibanting sampai hancur, ketika ia bersama-sama dengan
Ed Zoelverdi sedang memotret di daerah Glodok -- sementara Ed
Zoelverdi yang biasa mengendarai Vespa dengan mengenakan helm
dikepala terpaksa pulang dengan kepala telanjang karena
direnggutkan para perusuh dari kepalanya dan kemudian
dihempaskan mereka hingga hancur di jalan raya. Sementara itu
Fikri Jufri harus merelakan lampu mobil Hondanya cidera dan
mobil yang dipergunakan Goenawan Mohamad terpenyot atap dan kap
depannya karena dipergunakan massa untuk singgah sebLntar
menari-nari.
|