Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/III/26 Januari - 01 Februari 1974
   
Nasional

Terserah Indonesia

Setelah adanya demonstrasi anti Jepang, Tanaka menyatakan perdagangan Jepang-Indonesia hanya meliputi 2 bilyun dollar AS, jadi terserah Indonesia mau lepas atau tetap kerjasama dengan Jepang.(nas)

TIDAK jelas adakah PM Kakuei Tanaka sempat menyaksikan bagaimana
sesungguhnya tingkah laku pengusaha-pengusaha Jepang di
Indonesia selama kunjungannya yang singkat dan penuh ketegangan
minggu lalu. Tapi dalam percakapannya dehgan para wartawan
Jepang yang menyertai kunjungannya itu, Tanaka konon mengatakan
bahwa "kelakuan pengusaha Jepang terburuk di Indonesia ini".
Ohnuki Noboru Thai, wartawan Jepang dari Sankei Shinbun yang
mengungkapkan hal tersebut kepada TEMPO minggu lalu sempat pula
menyaksikan sedikitnya dua kali terjadi pertengkaran antara
pengusaha Jepang dan Indonesia di restoran Mitsuyo. Restoran
yang terletak di belakang President Hotel itu sempat juga minggu
lalu diobrak-abrik oleh perusuh-perusuh yang menyerbu mengambil
minuman dan makanan di sana. Gedungnya tidak dirusak, tapi
pemiliknya - seorang wanita Jepang yang konon juga mempunyai
restoran serupa di Bangkok -- setengah mati ketakutan karena
sebagian penyerbu itu membawa pentung dan golok.

Menurut Noboru, Tanaka juga menyatakan keheranannya mengapa
kantor JAL di Jakarta misalnya harus satu pekarangan dengan
gedung kedutaan. "Sikap eksklusif seperti itulah", kata Tanaka
kepada para wartawan Jepang itu, "yang harus dihilangkan
selekas-lekasnya". Perdagangan Jepang dengan Indonesia menurut
Tanaka hanyalah meliputi sekitar 2 bilyun dollar AS -- suatu
jumlah yang tidak banyak artinya dibandingkan dengan jumlah
seluruh perdagangan Jepang yang meliputi 90 bilyun dollar AS.
Kenyataan ini konon telah membuat Tanaka mengambil sikap:
terserah Indonesia mau lepas dari Jepang atau tetap mau
kerjasama. Tidak diungkapkan bagaimana sikap pemerintah
Indonesia dalam hal ini. Tapi agaknya patut di catat bahwa
meskipun jumlah perdagangan itu taroklah baru hanya sebesar $ 2
bilyun, namun bagian terbesar dari padanya merupakan harga dari
bahan yang paling penting dan amat dibutuhkan Jepang: minyak
(lihat keterangan pers Tanaka).

Memberikan komentar atas demonstrasi-demonsrasi menyambut
kunjungan Tanaka di Asia Tenggara, Noboru menyesalkan sebagai
bangsa Timur tamu disambut dengan kerusuhan. Tapi khusus
mengenai kerusuhan yang terjadi di Jakarta ia menyatakan: "Apa
kah ini bukan tuntutan kepada pemerintah lndonesia sendiri,
dengan menunggangi kedatangan Tanaka". Ia menceritakan bahwa ia
juga kebetulan berada di Bangkok ketika kerusuhan anti-Jepang
berkecamuk di sana beberapa waktu berselang. "Tapi apa yang
terJadi di Jakarta ternyata jauh lebih hebat", katanya.
Diakuinya, "mahasiswa Indonesia memang memiliki kekuatan yang
lebih tangguh dibandingkan dengan mahasiswa di Thailand" yang
dikatakannya "dibesarkan dalam feodalisme".

Para wartawan Jepang -- bersama-sama dengan seluruh awak pesawat
khusus yang membawa Tanaka serta anggota Parlemen rombongan
Tanaka -- semuanya di tempatkan di President Hotel jalan
Thamrin. Tapi malang bagi para wartawan itu, kerusuhan
anti-Jepang yang terjadi di Jakarta selama kunjungan Tanaka itu
telah membuat mereka tak bisa bergerak banyak. Mereka oleh
panitia memang disediakan telex khusus untuk mengirim
berita-berita ke luar. Tapi untuk keluyuran meninggalkan
pekarangan hotel, fihak panitia tidak bisa menjamin keselamatan
mereka. Akibatnya banyak dari acara-acara resmi Tanaka yang
tidak dapat diikuti oleh para wartawan Jepang itu. Bahkan dalam
jamuan makan malam ang diadakan Presiden Soeharto Selasa malam
di Istana Negara, tak seorang pun di antara wartawan Jepang itu
yang meng-hadirinya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor - 24 Jul 2008 | 20:46 WIB
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK - 24 Jul 2008 | 20:35 WIB
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik - 24 Jul 2008 | 20:17 WIB
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan - 24 Jul 2008 | 20:07 WIB
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan - 24 Jul 2008 | 19:54 WIB
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok - 24 Jul 2008 | 19:49 WIB
Pasangan Karsa Unggul di Jombang - 24 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count - 24 Jul 2008 | 19:27 WIB
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki - 24 Jul 2008 | 19:15 WIB
Dada Janji Bangun Stadion Persib - 24 Jul 2008 | 19:14 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data