Tetap Soal Penduduk Jawa tengah, menaikkan anggaran pembangunan 1976/1977 sebesar 11,9%. Diutamakan untuk pembangunan jalan, pelabuhan laut, pelabuhan udara, pengairan. pemecahan masalah penduduk tetap diperhatikan. |
SEPERTI banyak daerah lainnya, Jawa Tengah pun memperlihatkan
angka kenaikan dalam APBD tahun anggaran 1976/1977 ini. Dari
anggaran yang cuma Rp 48,8 milyar tahun kemarin, tahun sekarang
meningkat jadi Rp 55,2 milyar lebih. Kenaikan 11,9%. Selain
kurang puas, Gubernur Supardjo merasakan makin beratnya beban
yang mesti dipikul Pemda Jawa Tengah. Karena itu kepada siapa
lagi ia harus mengarahkan gedorannya, kalau bukan kepada seluruh
aparatnya. Bahwa perlu diusahakan peningkatan prestasi kerja,
penertiban administrasi dan lain-lainnya, baik mengenai segi
pendapatan, pembiayaan ataupun pengawasannya.
Apalagi Gubernur Supardjo sudah mengumbar tekadnya bahwa
langkah-langkahnya di bidang pembangunan tahun ini akan
memprioritaskan program dan proyek pembangunan daerah di bidang
ekonomi, sosial, umum dan subsidi untuk daerah bawahan. Sesuai
dengan skala prioritas program dan proyek pembangunan daerah. Di
bidang ekonomi yang menonjol perlu didahulukan pemeliharaan dan
peningkatan mutu jalan dan jembatan, pelabuhan laut dan udara.
Sedang di bidang produksi perlu mendahulukan pembangunan
dam-dam dan pemeliharaan jaringan pengairan. Dan sebanyak 61
proyek diarahkan ke pembangunan daerah bawahan (tingkat II).
Banjir
Masalah laju pertambahan penduduk masih tetap perkara yang
menonjol perlu pemecahan sungguh-sungguh. Juga perumahan
penduduk yang belum memadai dan kesehatan di lingkungan
masyarakat yang tetap belum memuaskan. Lalu perkara jumlah anak
yang masuk sekolah yang di Jateng selain karena masalah pokok
pendapatan penduduk masih rendah, juga ternyata perhatian orang
tua yang minus, perlu perhatian. Generasi muda perlu perhatian
dan pemecahan masalah kenakalan remaja. Buat seluruh bidang
sosial ini Pemda Jateng menganggarkan biaya 12,17% dari seluruh
APBD.
Itu semua beban rutin Pemda Jateng yang sudah jadi tekad
Gubernur Supardjo. Di luar itu tak sedikit beban tambahan yang
memusingkan Supardjo. Misalnya akibat bencana banjir musim
hujan kemarin. Terutama daerah-daerah Jepara, Kudus, Demak,
Pekalongan, Kendal dan Kodya Semarang. Untuk keperluan ini,
Presiden mengucurkan bantuan Rp 50 juta.
Tapi ini soal lain lagi. Keadaan pelabuhan Semarang sudah tak
sesuai dengan perkembangan ekonomi hinterland. Suara usil
mendengung -- ke kuping Supardjo menuduhnya, "menganak tirikan
pelabuhan Semarang". "Tidak betul", bantah Supardjo. Gubernur
ini pun mengemukakan angka-angka yang diharap menopang
bantahannya. Bahwa pelabuhan Semarang bakal mendapat biaya
pembangunan sebesar Rp 20 milyar. Pemerintah Pusat tak
memicingkan mata pula, tahun ini mengucurkan bantuan Rp 249 juta
di samping dari Pemda Jateng Rp 40 juta. Dan sehubungan dengan
pengembangan Kodya Semarang, "perkembangan Kodya Semarang akan
cerah", ucap Gubernur Supardjo pada upacara serah terima jabatan
Adpel Semarang dari R. Iskandar Surodisastro kepada H. Soemar
belum lama ini. Syukurlah.
|