Lagu Itu Mulai Dilupakan Tulungagung sering banjir akibat luapan sungai brantas. berkat
usaha warga dan pemda banjir dapat diatasi. lagu nasib kota
tulungagung yang dinyanyikan karena banjir, berangsur mulai
dilupakan. |
"OH nasib Tulungagung" adalah sebuah lagu langgam yang pernah
cukup populer di tahun 50-an. Khususnya di daerah ini. Lagu itu
menggambarkan betapa merananya nasib kota ini di saat-saat air
sungai Brantas banjir dan menggenangi kota serta sekitarnya.
Tapi lagu berirama lembut ini segera pudar didesak lagu-lagu
berirama keras belakangan ini.
Bersamaan dengan itu pihak Pemda Kabupaten Tulungagung juga
secara perlahan berusaha melupakan bait-bait lagu tadi dari
ingatan para warga kota ini khususnya. Setidak-tidaknya semenjak
4 tahun terakhir ini. Yaitu antara lain dengan memperbaiki
tanggul-tanggul, memasang pompa-pompa penyedot, pengerukan
sungai-sungai yang ada di dalm kota dan meninggikan jalan di
beberapa bagian kota. Dengan adanya usaha-usaha ini, terutama
melalui pompa-pompa penyedot tadi, memang akhir-akhir ini kota
Tulungagung sudah dapat dikatakan bebas banjir.
Bahkan kesibukan menghapus banjir ini banyak menarik perhatian
daerah-daerah sekitarnya, terutama yang juga kerap kecipratan
banjir sungai Brantas. Lebih menarik lagi karena kemudian yang
terbebas dari banjir bukan saja kawasan kota, malahan juga
beberapa kawasan Kabupaten Tulungagung. Sebab ternyata tanah
Rawa Bening dan rawa Gesikan sudah berhasil dikendalikan
sehingga desa-desa di sekitarnya tak pernah tergenang air lagi.
Kotor
Jembatan Grobogan yang berada di tengah-tengah kota dan masih
merupakan peninggalan Hindia Belanda memang belum juga diganti.
Karena rupanya pihak Pemda Kabupaten Tulungagung berpendapat
jembatan itu masih cukup kuat, walaupun bebannya semakin berat
juga -- terutama karena peranannya secara langsung menghubungkan
kota Tulungagung dengan Trenggaiek. Hanya saja melalui dana
Inpres di kiri kanan jembatan telah ditambah jalur untuk
kendaraan lambat dan pejalan kaki. Sayang bahwa kota Tulungagung
akhir-akhir ini tampak semakin kotor. Sampah berserakan di
mana-mana, bagaikan tak ada niat warga kota ataupun pemerintah
daerah untuk menyingkirkannya.
|