Aksi ateng dan octavia buta Film rintihan gadis buta menceritakan gadis miskin yang hidup
berdua dengan ibunya. mendapat sumbangan kornea, gadis buta
dapat melihat dunia. kampanye untuk bank mata.
dibintangi: yatty octavia. (fl) |
ATENG SOK AKSI
Di tangan sutradara Hasmanan, Ateng bisa jadi macam-macam. Dari
jadi godfather hingga jadi gelandangan dilakoni dengan ikhlas
oleh sang pelawak dengan teman-temannya. Dan karena terus harus
mengatur Ateng memeras ketawa akhir-akhirnya Hasmanan memang
kelihatan mengada-ada. Tubuh Ateng yang pendek ketat itu pun
jadi sasaran rutin sang sutradara. Tidak ketinggalan hidung
pesek Iskak.
Ketika diputar di bioskop-bioskop Jakarta selepas lebaran,
sejumlah anak kecil memang masih sempat ketawa menyaksikan film
Aten Sok Aksi ini. Tapi kesempatan macam ini tentulah tidak
seharusnya jadi tumpuan bagi karyakarya Hasmanan. Sebab jika
demikian ia cuma bikin film sekali setahun, yakni saat menjelang
lebaran, ketika anak-anak pada libur dan menyimpan sejumlah
receh dalam kocek mereka.
Seperti seri-seri Ateng yang dihasilhan Hasmanan tahun-tahun
terakhir ini Ateng Sok Aksi tidak bisa tidak digolongkan pada
banyolan tanpa imajinasi. Ini sungguh sayang. Ateng dan
kawankawannya bukannya tidak bisa melawak, dan Hasmanan sudah
pula membuktikan bisa membuat film. Jadi barangkali yang salah
di sini adalah hasrat untuk secepat dan semurah mungkin
memancing uang pembeli karcis. Sampai nanti anak-anak bosan.
DEAD OF THE NIGHT
Sebenarnya film Dead of The Night ini tidak lebih dari film
hantu-hantuan biasa yang banyak beredar di sini akhir-akhir
ini. Tapi karena pernah dicalonkan untuk mendapatkan hadiah
Akademi (Academy Award), ada pula daya tariknya untuk ditonton.
Kisahnya ten ang prajurit Andy yang tewas di Vietnam. Tapi sang
prajurit kemudian muncul di Amerika. Di sana ia terlibat dalam
sejumlah pembunuhan. Termasuk horban sang hantu adalah pacarnya.
Tidak ada usaha memecahkan misteri dalam film ini. Sang hantu
mengakhiri kegiatannya dengan kembali ke liang lahatnya. Jadi
kehadirannya selama beberapa waktu tidak lain dari usaha sang
sahibul hikayat yang nampaknya sudah bingung cari akal untuk
menimbulkan rasa ngeri di kalangan pembeli karcis. Sutradara Bob
Clark yang menangani film ini memang mengurus para pemain dengan
baik, tapi struktur skenario tidak memungkinkan terbinanya
suasana tegang yang sempurna. Maka ini film jadi tanggung saja
adanya.
RINTIHAN GADIS BUTA
Yang jadi gadis buta adalah Yatty Octavia. Ia miskin dan cuma
hidup berdua dengan ibunya. Kesedihan menjadi-jadi lantaran ia
diteror oleh Soleh (Wahab Abdi, si pemilik rumah kontrakan.
Supaya tidak selalu menderita, gadis buta ini diselamatkan oleh
seorang pemuda. Ini pemuda yang bernama Dullah (Awang Darmawan)
tidak seluruhnya budiman, meski ia mencopet dengan niat menolong
si gadis buta.
Sembari berkisah mengenai pemeras Soleh dan pencopet budiman
Dullah, ini film jugaberkarnpanye bagi kepentingan bank mata. Di
akhir cerita, si gadis buta sempat memandang dunia setelah
matanya mendapat sumbangan kornea. Karena itulah maka sang gadis
akhirnya berhenti merintih. Yang masih tetap bisa merintih
tentulah para penonton, sebab tontonan yang bisa dikisahkan
lebih singkat dan padat. Shot yang panjangpanjang nampaknya
tidak bisa dihinclarkan, sebab tujuan sutradara memang ingin
memberi kesempatan kepada para penonton untuk mengamati secara
sempurna derita sang gadis yang merintih.
|