Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 20/IIIIIIII/15 - 21 Juli 1978
   
Daerah

Setelah Penghargaan Itu

5 desa di kotamadya madiun dilanda banjir. hampir semua penduduk mengungsi. tercatat 2 orang tewas. waduk penampungan air dalam kota madiun tak mampu mengatur aliran air hujan dan air kali madiun. (dh)

HATI Walikota Madiun, Ahmad Dawaki BA, tentu senang ketika awal
Mei tadi ia menerima penghargaan dari DPRD Kotamadya Madiun.
Tapi sebenarnya bukan penghargaan itu benar yang diharapkannya.
Tak lain (yang juga menjadi alasan pemberian penghargaan itu)
adalah sampai saat itu Madiun tak lagi digenangi banjir.

Semua warga kota menduga sejak saat itu berakhirlah kebiasaan
banjir yang hampir setiap tahun melanda Kota Madiun dan
sekitarnya. Dan itu menurut pihak DPRD karena waduk penampungan
air yang dibuat di depan Balaikota Madiun itu berhasil
mengendalikan banjir. Tapi tak kurang juga warga kota yang
menduga bahwa Madiun tak dilanda banjir karena hujan yang turun
masih biasa-biasa saja.

Pengungsi

Dan memang benar. Hujan deras sehari suntuk akhir bulan lalu
menenggelamkan sebagian besar wilayah Kotamadya Madiun. Bahkan
tercatat tak kurang dari 5 buah desa yang cukup parah sehingga
hampir semua penduduknya mengungsi ke tempat aman. Lucunya,
wilayah-wilayah yang termasuk Kabupaten Madiun sendiri banjir
hanya berupa genangan air yang tak begitu berarti.

Sampai pekan lalu tercatat tak kurang dari 20.000 orang
pengungsi yang telah ditampung di tempat-tempat aman. Beberapa
dapur umum juga telah didirikan. Tercatat 2 orang meninggal
dunia, 7 buah rumah roboh di samping beberapa lagi yang rusak
berat. Puluhan hektar sawah dan tegalan turut terbenam.

Rupanya letak Kota Madiun yang 63 meter dari permukaan laut
telah menjadi tumpuan air hujan yang turun dengan lebat di
bagian selatan kota itu. Belum lagi air yang berasal dari Kali
Madiun maupun Bengawan Solo. Sementara itu daya tampung riol
maupun waduk penampungan air dalam kota tak mungkin lagi
mengatur aliran air. Begitu juga anak-anak Kali Madiun. Karena
itu tak heran jika di beberapa bagian kota kedalaman air sampai
mencapai 1« meter di dalam rumah penduduk. Dan kejadian ini
tentu menyibukkan walikota Madiun. Bahkan mungkin ia lupa pada
penghargaan yang belum larna diterimanya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
21/XXXVII/14 - 20 Juli 2008

 

Berita lainnya

Guru Warga Amerika Ditemukan Membusuk di Hotel - 19 Jul 2008 | 17:49 WIB
Pengibaran Bendera Bintang Kejora Tak Terkait Sentimen Agama - 19 Jul 2008 | 16:34 WIB
Pengibar Bendera Bintang Kejora Dikenai Tuduhan Makar - 19 Jul 2008 | 16:27 WIB
41 Pengibar Bendera Bintang Kejora Ditangkap - 19 Jul 2008 | 16:20 WIB
Polres Pasuruan Dirikan Posko Pengaduan Pemilu - 19 Jul 2008 | 16:03 WIB
PMI Kabupaten Malang Kahabisan Kantong Darah - 19 Jul 2008 | 16:00 WIB
Makam Sumiarsih dan Sugeng Masih Terus Dikunjungi - 19 Jul 2008 | 15:58 WIB
33 Pengunjung Hiburan Malam Diperiksa - 19 Jul 2008 | 15:30 WIB
Penertiban Boker Batal - 19 Jul 2008 | 12:42 WIB
Kesatria Turun Pamor - 19 Jul 2008 | 11:12 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data