Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 24/IIIIIIII/12 - 18 Agustus 1978
   
Daerah

Aman Dari Pukat Harimau

Para nelayan belitung merasa aman dari pukat harimau. kegiatan mereka beralih ke koperasi dan mereka sudah merasakan kik. mereka masih menanti ferry untuk melayani palembang-muntok-tanjung pandan. (dh)

PARA nelayan Belitung tampaknya cukup alasan untuk merasa aman
dari gangguan pukat harimau. Sekurang-kurangnya begitulah
menurut Bupati Belitung, Mas Sofyan, yang dilantik Gubernur
Sumatera Selatan akhir bulan lalu di Tanjung Pandan. Sebab kata
Mas Sofyan dalam 2 tahun belakangan ini tak pernah terdengar
baik keluhan para nelayan tradisionil maupun dari petugas negara
tentang adanya pukat harimau di kawasan itu.

Karena itu pula belakangan ini kesibukan para nelayan di pulau
berpenduduk hampir 150.000 jiwa ini banyak tertuju kepada
koperasi milik mereka. Lebih dari 2.000 nelayan daerah ini telah
tergabung dalam koperasi. Hasil utama yang mereka dapat tentulah
berupa terbebasnya mereka dari intaian para lintah darat ketika
membawa hasil tangkapan mereka ke tempat pelelangan. Lalu sejak
beberapa waktu lalu secara berkelompok mereka juga sudah
merasakan KIK dalam bentuk perahu motor (7 hingga 10 PK).

Masih soal perikanan, ternyata dalam waktu-waktu belakangan ini
pihak Pemda Belitung sedang melakukan penelitian terhadap
polong-polong, yaitu danau-danau yang terbentuk sebagai
sisa-sisa penggalian timah. Danau-danau buatan ini ada yang
berkedalaman sampai 4 meter. Menurut Mas Sofyan pihak Dinas
Perikanan Belitung sekarang sedang meneliti apakah polong-polong
itu cocok untuk disebari bibit ikan mujair.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Asnawi Mangku Alam, sesaat setelah
selesai melantik Bupati Belitung itu, mengungkapkan bahwa
potensi daerah ini yang belum banyak digali adalah dari sektor
pertanian. Antara lain kelapa dan cengkeh, di samping lada yang
sudah cukup lama berkembang di daerah ini mengikuti Bangka,
pulau tetangganya.

Sebuah Fery

Selain sedang membenahi beberapa bagian jalan penghubung antar
kecamatan, Belitung akhir-akhir ini sedang menunggu janji
Gubernur Sumatera Selatan untuk memberi sebuah fery. Kapalini
kelak akan melayari jalur tetap Palembang-Muntok
(Bangka)-Tanjung Pandan. Fery ini dirasakan warga Belitung cukup
vital. Sebab selama ini praktis belum ada alat penghubung tetap
artara pulau ini dengan Palembang, ibukota propinsinya. Sampai
sekarang jika orang Belitung hendak pergi ke Palembang atau
sebaliknya harus melalui Jakarta.

Kabupaten Belitung dalam waktu dekat ini akan dimekarkan dari 4
kecamatan menjadi 7 kecamatan. Menurut Bupati Sofyan, surat
keputusan Gubernur Sumatera Selatan tentang penambahan jumlah
kecamatan itu sudah ada. Sehingga nanti kabupaten ini akan
terdiri dari kecamatan-kecamatan Tanjung Pandan, Manggar,
Gantung, Membalong, Kelapa Kampit, Genggung dan Selat Nasi.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Pensiunan Gugat PT Telkom Indonesia Rp 56 Miliar - 25 Jul 2008 | 09:57 WIB
Kejaksaan Periksa Perusahaan Terkait Alat Tes Flu Burung - 25 Jul 2008 | 09:52 WIB
Penahanan dan Penggeledahan PT Pos Mendesak - 25 Jul 2008 | 09:46 WIB
Korban Taksi Maut di Jalan Tol Bertambah - 25 Jul 2008 | 09:18 WIB
Jamaah Haji Beresiko Tinggi Alami Gangguan Kesehatan Dapat Kartu Kendali - 25 Jul 2008 | 08:51 WIB
Indeks Diperkirakan Terus Melaju - 25 Jul 2008 | 08:37 WIB
Investasi di Kawasan Industri Kariangau Belum Capai Target - 25 Jul 2008 | 08:34 WIB
Waktu menonton Televisi menurunkan fungsi Retina Anak - 25 Jul 2008 | 08:28 WIB
Jakarta Cerah di Pagi Hari, Mendung Menjelang Sore - 25 Jul 2008 | 07:29 WIB
Pemerintah Paksa Pelanggan Bisnis Berhemat - 25 Jul 2008 | 01:26 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data