Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 41/XIII/10 - 16 Desember 1983
   
Ilmu dan Teknologi

Spacelab, langkah pertama

Peluncuran spacelab, laboratorium dirgantara, 28 nov. yang lalu sebagai langkah pertama ke arah industri di dirgantara.(ilt)

ANGAN-ANGAN Alex Raymond dan Jules Verne selangkah demi
selangkah menjadi kenyataan. Usaha perwujudan masyarakat dan
industri dirgantara mulai memperoleh bentuk. Spacelab,
laboratorium dirgantara yang dipersiapkan selama sepuluh tahun
terakhir, telah diluncurkan, 28 November lalu.

Dalam perjalanan perdana ini, Spacelab akan melakukan 72
percobaan, membawa enam astronot -termasuk dua peneliti- dan
benih bagi industri dirgantara.

Orang dapat - dan wajar - bertanya mengapa manusia begitu
bernafsu meluncurkan laboratorium dirgantara. Apa keuntungan
praktisnya? Mengapa tidak membuat laboratorium di bumi saja?

Ada dua keuntungan laboratorium dalam orbit, yang tidak dapat
disaingi laboratorium di bumi. Pertama, eksperimen dilakukan
dalam keadaan hampir 100% bebas tarikan gaya berat. Kedua,
kesempatan memperoleh pandangan yang bebas, baik ke dalam maupun
ke luar orbit.

Namun, biaya mengorbitkan Spacelab besar sekali. Spacelab yang
baru diluncurkan ini sebetulnya bukan ciptaan asli Amerika.
Gagasan pertama lahir di Eropa.

Sebelas negara Eropa yang tergabung dalam European Space Agency
(ESA) menanggung separuh biayanya, sedangkan Jerman Barat
menanggung separuh lainnya. Dalam perjanjian, setiap negara
memperoleh tempat untuk melakukan eksperimen di laboratorium
itu. Luas sempitnya "kapling" tergantung dari besar kecilnya
sumbangan kepada pembuatan Spacela.

Amerika Serikat menanggung biaya peluncuran pertama sebesar Rp
100 milyar. Sebagai imbalan, kelak Spacelab akan diambil alih
AS. Jika dibandingkan dengan biaya pembuatannya, uang yang
dikeluarkan AS itu kelihatannya sepele. Tapi masih disangsikan
apakah laboratorium itu kelak mampu membiayai diri sendiri bila
disewakan kepada lembaga dan negara yang berminat.

Rangkaian percobaan yang akan dilakukan. Spacelab bisa dibagi ke
dalam lima kelompok.

Pertama, ilmu bahan-bahan. Pengalaman sebelumnya menunjukkan,
substansi bisa dibuat di dirgantara secara lebih murni: larutan
bercampur lebih mudah, kristal membentuk lebih sempurna, serta
zat-zat kimia memisah secara lebih mudah dan dalam jumlah lebih
besar. Menjelang 1995, mungkin obat-obatan seharga Rp 5 trilyun
sudah dibuat di dirgantara. Tapi sekelompok orang masih
menyangsikan hal itu. Mereka tidak percaya bahwa industri atau
manufaktur bisa dilakukan di dirgantara secara ekonomis.

Kedua, ilmu-ilmu kehidupan. Eksperimen dilakukan untuk melihat
bagaimana zat-zat hidup bereaksi di dirgantara.

Ketiga, fisika atmosfer dan pengamatan-pengamatan bumi. Salah
satu eksperimen ialah membuat peta bumi yang lebih akurat.

Keempat, astronomi dan fisika surya. Enam teleskop akan
mengamati alam sekitar. Juga penelitian terhadap matahari.

Kelima, fisika plasma dirgantara. Penelitian tentang sinar
kosmik dan medan magnet.

Menurut lembaga penerbangan ruang aagkasa AS (NASA), peluncuran
Spacelab - bersama pesawat ulang-alik Columbia - merupakan
langkah pertama ke arah pengadaan staslun dirgantara berawak
yang permanen. Juga langkah pertama ke arah industri di
dirgantara. Peluncuran tertunda sebulan. Para ahli menduga ada
sesuatu yang kurang beres pada isolasi baglan ujung salah satu
roket pendorongnya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor - 24 Jul 2008 | 20:46 WIB
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK - 24 Jul 2008 | 20:35 WIB
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik - 24 Jul 2008 | 20:17 WIB
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan - 24 Jul 2008 | 20:07 WIB
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan - 24 Jul 2008 | 19:54 WIB
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok - 24 Jul 2008 | 19:49 WIB
Pasangan Karsa Unggul di Jombang - 24 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count - 24 Jul 2008 | 19:27 WIB
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki - 24 Jul 2008 | 19:15 WIB
Dada Janji Bangun Stadion Persib - 24 Jul 2008 | 19:14 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data