Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XIV/14 - 20 April 1984
   
Ilmu dan Teknologi

Bahan Bakar Air

Bahan bakar dari zat air dapat dijadikan pengganti bensin. dua cara untuk mengekstrakkan hydrogen dari air, yaitu fotolisis dan elektrolisis. harga masih terlalu mahal. (tlk)

AKAN tibakah saatnya kendaraan bermotor tidak lagi antre di
pompa bensin, cukup hanya menciduk air dari sembarang sungai?
"Bahan bakar dari air" sebaiknya jangan ditafsirkan selurus itu.
Istilah yang lebih tepat ialah "bahan bakar dari zat cair" atau
hidrogen. Dan hidrogen memang banyak terdapat di dalam ikatan
air.

Sudah sejak lama manusia mengincar bahan bakar jenis itu, tetapi
selalu terbentur pada masalah biaya. Penelitian makin digiatkan
sejak awal 1970-an, ketika harga minyak mulai membumbung. Secara
teoretis, zat air memang ideal: ringan, tidak mencemari
lingkungan, dapat diekstrakkan dari air, dan, jika teknologi
yang tepat ditemukan, akan murah jatuhnya.

Dibandingkan dengan hidrokarbon (minyak dan gas alam), hidrogen
terbakar lebih sempurna. Disamping itu, untuk satuan berat yang
sama, ia memberikan energi tiga kali lebih besar. Setelah
mengalami telaah dan riset tersendat-sendat, kini orang lebih
optimistis bahwa suatu hydrogen economy dapat dibayangkan pada
abad ke-21 nanti. Jika penerobosan itu terjadi, berakhirlah
ketergantungan manusia pada minyak bumi.

Lambat laun, para ahli mulai percaya bahwa akhirnya ada dua cara
untuk mengekstrakkan hidrogen dari air dengan kemungkinan
ekonomis. Yaitu cara fotolisis, dan cara elektrolisis. Cara
fotolisis pada dasarnya menggunakan reaksi kimia yang digerakkan
oleh energi cahaya, sedangkan cara elektrolisis menggunakan
energi listrik.

Memang masing ada cara lain. Misalnya: katalisa pemindahan
elektro (electron transfer catalyst), daur termokimia yang
memperbarui diri (self regenerating thermochemical cycles), atau
cara peningkatan efisiensi konversi hidrogen.

Kini, yang sekonyong-konyong dapat menjadi masalah ialah
merendahnya harga minyak secara global. Orang menjadi kurang
tertarik untuk meneruskan usaha kearah riset pilihan bahan bakar
tadi.

Hidrogen komersial kini dihasilkan melalui reaksi gas alam
dengan uap. Proses demikian disebut reformasi uap. Lebih dari
separo hidrogen yang dihasilkan dengan cara demikian digunakan
untuk memproduksikan amoniak dalam industri pupuk buatan, juga
dalam usaha dalam mengubah minyak bumi yang berat menjadi jenis
lebih ringan. Tetapi, hidrogen komersial yang dihasilkan dengan
cara demikian tidak mungkin menjadikan bahan bakar, karena
terlalu mahal. Harga menjadi sekitar Rp 3.000 per seribu kaki
kubik.

Cara lebih mudah ialah dengan elektrolisis, yakni memisahkan
hidrogen dari oksigen dalam persenyawaan air. Namun biayanya
tetap jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mengekstrakkan
hidrogen dari uap alam. Ini hanya ekonomis jika tersedia tenaga
listrik sangat murah.

Memisahkan hidrogen dengan cahaya mungkin paling ideal,
mengingat cahaya mudah didapat. Tetapi, hasil melalui cara ini
baru diperoleh dalam skala laboratorium. Kini, para ahli
laboratorium Bell, AS, sedang giat menyempurnakan cara ini. Yang
juga memberi harapan ialah mengawinkan usaha itu dengan produksi
sel-sel surya. Antara 1985 dan 2025, permintaan hidrogen akan
meningkat 12-17 kali permintaan kini - yang baru mencapai 10^15
BTU pertahun.

M. T. Zen


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
Meski Kemarau, Kalimantan Tengah Diguyur Hujan - 25 Jul 2008 | 18:33 WIB
BPK Puas pada Laporan Keuangan Badan Intelijen - 25 Jul 2008 | 18:31 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data