Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 44/XX/29 Desember - 04 Januari 1991
   
Surat Dari Redaksi

Tempo di akhir tahun

Dalam nomor akhir tahun tempo terbit lebih awal. kali ini selain menyajikan kilas balik juga "foto" tahun depan, yang diisi dengan sejumlah kolom dan wawancara dari tokoh yang ahli di bidangnya.

BEGITU TEMPO nomor ini Anda bolak-balik, mungkin Anda heran. Kok tak ada
beritanya? Kali ini TEMPO memang terbit dengan isi yang lain. Biasanya dalam
nomor akhir tahun, seperti yang juga dilakukan oleh banyak majalah lain, kami
menyajikan Kilas Balik -- suatu sajian rekaman peristiwa penting dalam
setahun, baik nasional maupun internasional, dalam bentuk foto-foto.

Terus terang, ada sedikit kejemuan mengulang-ulang hal itu. Dalam sebuah
rapat terbatas, muncul ide ini: mengapa hanya menampilkan peristiwa lampau,
dan mengapa tidak sekalian melihat proyeksi ke depan?

Setelah melalui sedikit debat, gagasan itu disetujui. Namun, persoalannya,
bagaimana mungkin menyajikan foto dari sebuah peristiwa yang belum terjadi.
Maka, rapat pun kemudian memutuskan: "foto" tahun depan diisi dengan sejumlah
kolom dan wawancara dari tokoh yang ahli di bidangnya, yang diharapkan bisa
"memotret" peristiwa tahun 1991 ini. Dikatakan, dari jemu terbitlah nomor
khusus.

Tokoh-tokoh yang akan diminta menulis kolom dan yang akan diwawancarai pun
diseleksi berdasarkan kriteria yang ada. Tak semua yang kami daftar akhirnya
menulis kolom, atau menyediakan waktunya untuk diwawancarai. Bukan karena
mereka tak bersedia, tapi karena alasan lain -- kesibukan luar biasa, misalnya
seperti Menteri Ali Alatas yang harus menghadiri Konperensi Internasional
tentang Kamboja di Paris, 18 Desember.

Walau begitu, toh sejumlah wawancara dan kolom yang masuk ternyata menyita
sebagian besar halaman TEMPO. Karena itulah, pada penerbitan nomor ini,
artikel berita biasa -- selain Pokok & Tokoh -- kami tangguhkan. Untuk Pokok &
Tokoh pun, yang menurut angket pembaca kami adalah rubrik yang paling banyak
dibaca, isinya disesuaikan dengan irama Kilas Balik dan Prospek 1991 ini.

Mungkin Anda, seperti sebagian wartawan di kantor, bertanya, "Apakah nomor
istimewa ini tak menyalahi TEMPO sebagai majalah berita?" Sebenarnya, nomor
ini tidak istimewa karena kolom dan wawancara (yang merupakan pendapat penulis
atau yang diwawancarai tentang masalah relevan untuk sekarang) pun bisa
dianggap berita dalam bentuk lain. Bukankah artikel berita TEMPO selama ini
pada dasarnya bukan sekadar fakta dan data, tapi juga reportase dan analisa?

Yang perlu dikabarkan lagi pada Anda, untuk dua nomor penerbitan akhir tahun
ini, TEMPO hadir lebih awal dari biasanya. Hal itu dilakukan, karena kami,
khususnya di bagian Redaksi, telah meliburkan semua wartawannya. Kebijaksanaan
itu ditempuh agar para wartawanpun bisa berlibur dan berkumpul dengan keluarga
-- untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bagi yang merayakan.

Karena itu, bagi pembaca yang merayakan hari besar itu, kami pun ingin
mengucapkan: Selamat Natal 1990 dan Tahun Baru 1991.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Jaksa Sidik Pengadaan Interior PON - 24 Jul 2008 | 11:03 WIB
Imam Besar Mekah dan Madinah Kunjungi Jusuf Kalla - 24 Jul 2008 | 10:45 WIB
Presiden Resmikan Laboratorium Penelitian Padi - 24 Jul 2008 | 10:39 WIB
Sembilan Pemantau Pada Pemilihan Sumatera Selatan - 24 Jul 2008 | 10:11 WIB
Tabrakan Beruntun di Tol Simatupang - 24 Jul 2008 | 09:49 WIB
Bapepam-LK Umumkan Dua Nama Calon Komisaris BEI - 24 Jul 2008 | 07:56 WIB
Hari Ini Lima Demonstrasi di Jakarta - 24 Jul 2008 | 07:27 WIB
Polisi Akses 160 CCTV Obyek Vital Ibukota - 24 Jul 2008 | 00:15 WIB
Suara NU ke Karsa, Perempuan ke Kaji - 23 Jul 2008 | 21:45 WIB
Pasangan Karsa Langsung Lakukan Konsolidasi - 23 Jul 2008 | 21:35 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data