Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXI/13 - 19 April 1991
   
Ekonomi dan Bisnis

Panggilan athirah

Pelni kewalahan menghadapi peningkatan arus penumpang di jalur pelayaran indonesia timur. yusuf kalla, pengusaha swasta, ikut ambil bagian dengan mengoperasikan kapal penumpang mewah athirah.

"SELAMAT Pagi Indonesia Timur". Slogan yang dipekikkan pada tahun 1988 oleh
pengusaha kondang asal Bugis, Yusuf Kalla, Kamis dua pekan lalu kembali
bergetar. Di pelabuhan Ujungpandang, sebuah kapal penumpang mewah Athirah
milik Yusuf resmi beroperasi, menjelajahi kota-kota di Indonesia Timur.

"Usaha pelayaran penuh tantangan. Tapi di situlah darah kebaharian putra
Sulawesi Selatan terpanggil menghadapinya," sanjung Menteri Perhubungan Azwar
Anas, saat meresmikan pelayaran perdana Athirah.

Kapal bikinan Yugoslavia yang dibeli Rp 20 milyar dari Mitsui Jepang itu
bakal bersaing dengan Pelni: sama-sama melayari jalur Indonesia Timur. Diakui
oleh Azwar Anas, selama ini Pelni sudah kewalahan menghadapi peningkatan arus
penumpang. Apalagi hanya dengan lima kapal (dari delapan kapal penumpang
Pelni) yang mengarungi wilayah timur. "Maka, saya menghargai jika ada swasta
yang mau terjun ke usaha pelayaran," katanya.

Bagi Yusuf Kalla, terjunnya ke dunia pelayaran -- kini ia memiliki 10 kapal
-- lebih karena panggilan "tanah air". Komisaris grup Bukaka itu merasa
geregetan, melihat masih timpangnya pembangunan di wilayah timur.

Ia mencatat, selama 1990, tak kurang dari 130 seminar yang mambahas bagaimana
memajukan Indonesia Timur. Hampir semua menyimpulkan perlu penambahan
transportasi laut. "Tapi, sayang, hanya berhenti di seminar. Padahal, yang
diperlukan, action," katanya tandas.

Untuk pembelian Athirah -- diambil dari nama ibu Yusuf Kalla -- Yusuf
berkongsi dengan Ahmad Nurhani, pemilik PT Berdikari dan Wakil Ketua Kadin.
Taksiran Ahmad, dalam tempo tiga tahun, kapal berkapasitas 1.700 penumpang itu
bisa impas. Kemampuan melautnya diperkirakan 20 tahun. "Praktis selama 17
tahun kita tinggal memetik buahnya," tutur Ahmad.

Jalur Athirah tergolong gemuk: Jakarta, Surabaya, Ujungpandang, Balikpapan,
dan Bitung. Untuk rute itu, Pelni mengaku kewalahan. "Apalagi saat Lebaran dan
liburan sekolah, banyak penumpang yang tak terangkut," kata Direktur Usaha
Pelni, Kristanto. Munculnya kapal swasta, ia anggap "justru sebagai partner".

Penumpang yang tak tertampung oleh Pelni itulah yang kini banyak ditampung
pengusaha swasta. Selain Yusuf Kalla, ada PT Nawala Bali Lombok. Sabtu dua
pekan lalu, perusahaan ini meluncurkan dua kapal hydrofoil, dengan rute
pelayaran Bali-Lombok.

Mirip Athirah, kedua hydrofoil itu juga serba nyaman. Selain desainnya mewah,
kapal bekas angkutan penumpang jalur Hong Kong-Makao itu -- harganya US$ 950
ribu -- dilengkapi AC dan video. Jarak tempuhnya lebih cepat. Untuk rute
Bali-Lombok yang 80 km, hanya diperlukan waktu 105 menit. Padahal, dengan
kapal biasa, bisa empat jam. "Dalam tiga tahun, kami optimistis modal sudah
bisa kembali," kata Hersuyitno, Direktur PT Nawala Bali-Lombok.

Dengan memperhitungkan bahwa Lombok akan terus mendapat luberan turis dari
Bali, Nawala bahkan berencana menambah dua armada lagi. Selain Nawala, jalur
gemuk itu juga dilirik Bali Hai Cruises Ltd., perusahaan yang bermarkas di
Perth, Australia. "Sasaran kami adalah turis yang sudah jenuh di darat," ujar
sales manager Bali Hai, Eddy Sunyoto.

Ia menawarkan paket day cruise dan sunset dinner cruise. Dengan tarif US$ 60
per orang, penumpang bisa menikmati pelayaran dari Benoa menuju Nusa
Lembongan. Mereka juga menyediakan fasilitas snorkeling, botton boat, ataupun
banana boat yang boleh dipakai sepuas-puasnya. Untuk hiburan, ada karaoke dan
disko.

Aries Margono, Didi Prambadi, Iwan Qadar (Jakarta), Asdar Muis (Ujungpandang)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
12/XXXVII/12 - 18 Mei 2008

 

Berita lainnya

Catatan Kecil Reformasi - 17 Mei 2008 | 09:34 WIB
Pengeroyokan Taruna Akpol Dibawa Ke Peradilan Umum - 17 Mei 2008 | 09:30 WIB
Truk Kontainer Menabrak Pembatas Jalan - 17 Mei 2008 | 09:21 WIB
KPU Jawa Tengah Siap Pemilihan Dua Putaran - 17 Mei 2008 | 09:15 WIB
Arab Saudi Tingkatkan Produksi Minyak - 17 Mei 2008 | 09:00 WIB
Todung Dipersilahkan Banding - 17 Mei 2008 | 08:40 WIB
NTB Butuh 350 MW Lebih Daya Listrik - 17 Mei 2008 | 07:38 WIB
Polisi Diminta Usut Perusakan Angkutan Pelat Hitam - 17 Mei 2008 | 07:21 WIB
Kartu BLT Mulai Dibagikan - 17 Mei 2008 | 06:52 WIB
Menteri Pertanian Optimistis Indonesia Ekspor Beras Tahun Depan - 16 Mei 2008 | 21:33 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data