Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. //14 - 20 Desember 1991
   
Nasional

Ada yang tak percaya saya

Wawancara tempo dengan gubernur timor timur, mario viegas carrascalao,54, tentang peristiwa dili, 12 nopember. tanggapannya tentang kpn, jumlah korban, dubes flood yang menginap di rumahnya.

GUBERNUR Timor Timur, Mario Viegas Carrascalao, 54 tahun, tak pernah lelah
bicara soal Peristiwa Dili. Sejak pecah insiden berdarah di Pekuburan Santa
Cruz, 12 November lalu, hampir tiap hari ia diwawancarai wartawan dalam maupun
luar negeri. Beberapa diplomat asing juga silih berganti mendatanginya di
Dili. Pekan lampau, Carrascalao menerima Dubes Australia Philip Flood dan
istri menginap di rumahnya. Di selasela kesibukannya Carrascalao, Jumat
minggu lalu, selama hampir dua jam menerima wartawati TEMPO Sandra Hamid dan
Rini P.W.I. untuk sebuah wawancara. Petikannya:
Tiga minggu lalu Anda mengatakan susah untuk merasa optimistis mengenai
partisipasi rakyat bagk pembangunan Timor Timur akibat peristiwa 12 November.
Apakah sekarang keadaannya sudah lebih baik?

Saya rasa belum waktunya merasa optimistis. Sementara ini saya tidak mau
memimpin upacara-upacara. Saya tidak tahu mesti omong apa pada rakyat karena
mereka masih dalam keadaan kecewa. Pekan lalu, ketika meresmikan jembatan
Comoro, saya hanya menandatangani prasasti. Tidak ada pidato. Saya harus
menjaga agar rakyat tidak lari dari saya.

Menurut Anda, apa yang dikehendaki rakyat Tim-Tim sekarang?

Soal keadilan yang rakyat lihat sekarang tidak ada.

Jadi, bukan masalah pertentangan kelompok pro-integrasi atau anti-integrasi?

Mereka kadang-kadang memang mau kemerdekaan. Tapi kalau saya bicara secara
mendalam dengan mereka, saya tahu bahwa yang dipermasalahkan bukan integrasi
melainkan apa yang sedang terjadi kini. Kalau yang rusak diperbaiki, rakyat
tak akan mempermasalahkan integrasi. Rakyat minta keadaan yang sekarang
dibereskan. Saya yakin, kita mampu, asal berani dan jujur mengakui kekurangan
kita, dan tidak apriori mengatakan ini kesalahan Fretilin. Kalau Fretilin
masih kuat, dengan Peristiwa 12 November, pasti mereka bergerak.

Dalam wawancara dengan salah satu pers asing, Anda menyebut korban bukan 19
orang. Mengapa Anda mendahului KPN?

Saya tak mendahului atau mempengaruhi sikap KPN. Saya tak tahu angka KPN itu
berapa. Saya lihat truk penuh dengan korban. Saya tak tahu satu truk itu
isinya 13 atau 19, tapi feeling saya mengatakan jumlahnya lebih dari itu.

Apa Anda lihat sendiri truk yang mengangkut korban? Kabarnya, hanya istri
Anda yang melihatnya?

Saya lihat sendiri. Istri saya datang ke Pemakaman Santa Cruz tiga jam
setelah kejadian. Saya satu jam setelah kejadian.

Apakah Anda memberikan alamat saksi-saksi yang datang pada Anda ke KPN?

Saya tidak memberikan alamat. Saya hanya menganjurkan pertemuan dengan KPN di
tempat tertentu. Perlu diketahui, saya peroleh satu saksi yang menentukan,
tapi orangtuanya membawa lari anak itu. Jam empat pagi saya cari ke rumahnya,
tapi orangtuanya menyembunyikan. Saya kecewa, karena untuk pertama kali ada
yang tidak percaya pada saya. Orangtuanya bilang, ia tak mau ambil risiko.
Saksi ini pingsan, lalu dimuat di truk, tapi dia belum mati. Usianya sekitar
12 tahun. Kabarnya, baru tiga hari sejak kejadian Santa Cruz dia kembali ke
rumahnya.

Bagaimana Anda menilai KPN?

Saya mendapat laporan bahwa KPN betul-betul kerja keras. Tugas mereka memang
berat. Secara nasional angka korban sudah diumumkan 19 orang, tapi angka itu
diragukan penduduk. Saya yakin, KPN berani memberi angka yang berbeda.

Apakah kaset rekaman insiden yang Anda dengar sudah diberikan ke KPN?

Sudah. (Carrascalao bercerita tentang seorang pejabat tinggi di Jakarta yang
melelehkan air mata saat mendengar rekaman ini. Red.). Ini daftar orang-orang
yang belum kembali. Saya dapat dari rakyat. Nah, ini ada 90 orang. Ada 21
orang yang dianggap Fretilin.

Banyak yang bertanya-tanya, mengapa Dubes Australia menginap di rumah Anda.

Memang selama ini tak pernah terjadi ada dubes yang menginap di rumah
gubernur. Di Dili, hotel terbaik adalah Mahkota, dan di sana ada KPN. Nanti
Dubes Flood bisa dibilang terlalu dekat dengan KPN.

Ada yang bilang Anda meragukan soal keamanan Dubes Flood?

Bukan begitu. Suasana memang kurang menguntungkan. Sikap Australia sering
ekstrem. Suasana kan sekarang panas. Saya rasa lebih aman kalau Dubes Flood
tinggal bersama saya. Alasan lain Australia sering memberi bantuan pada
Tim-Tim. Ya, saya mencoba jadi tuan rumah yang tahu diri.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
Meski Kemarau, Kalimantan Tengah Diguyur Hujan - 25 Jul 2008 | 18:33 WIB
BPK Puas pada Laporan Keuangan Badan Intelijen - 25 Jul 2008 | 18:31 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data