80 tahun AJB Bumiputera 1912 Sektor industri asuransi sudah merupakan bagian penting di dalam strategi
pengembangan industri jasa nasional. Sampai saat ini, pertumbuhan
perasuransian secara umum, khususnya asuransi jiwa, memang masih belum
mencapai sasaran optimal. Namun demikian, usaha ini kian waktu semakin
menampakkan perkembangan cerah. |
Eksistensi Yang Kian Kukuh
Sebagai indikasi, dari portofolio uang pertanggungan asuransi
jiwa yang berhasil dihimpun secara Nasional, terdapat
peningkatan dari Rp. 3.417.928.418.000, pada 1989 lalu, menjadi
Rp. 7.007.758.612.000,- pada tahun 1990. Jumlah perusahaan
asuransi jiwa pun semakin membengkak, dari sekitar 20-an
perusahaan pada tahun 1980-an, menjadi 30 lebih perusahaan
asuransi jiwa sampai tahun 1992 ini.
Memang, membangun sebuah perusahaan asuransi jiwa tidaklah
sesederhana yang dibayangkan orang. Berbagai unsur seperti
konsepsi pemikiran, strategi, filosofi dan pola manajemen harus
dirancang dan dirangkum untuk kemudian dituang dalam godokan
teknologi yang mapan guna dikembangkan pada lahan usaha yang
ditawarkan.
AJB Bumiputera 1912 dalam usianya yang ke-80, melampaui beberapa
kurun waktu yang ditapakinya, dari masa penjajahan Belanda,
Jepang, era kemerdekaan hingga saat tegaknya Orde Baru sekarang
ini, telah cukup berpengalaman dalam menerapkan kesemuanya itu.
Tentu saja kegemilangan di dalam mengibarkan bendera AJB
Bumiputera 1912 ini, didapat melalui kerja keras dan
profesionalisme yang teruji. "Karena bentuknya yang mutual,
yakni Asuransi Jiwa Bersama (AJB), kami selalu berhati-hati
dalam mengelola dana yang berhasil kami himpun, ujar H. Suratno
Hadisuwito, Direktur Keuangan & Investasi.
Untuk itu, arah investasi yang dipilih Bumiputera lebih
diprioritaskan ke bidang-bidang yang sejalan dengan rencana
pembangunan nasional dan pemerataan kesempatan kerja.
Beberapa jalur investasi yang sudah dilakukan, diantaranya
seperti investasi di sektor pariwisata, AJB Bumiputera 1912
adalah pemilik saham Bumi Hyatt, top star Hotel untuk kawasan
Surabaya dan sekitarnya yang baru-baru ini go public. Disamping
itu, penyertaan sahamnya juga tersebar di Bank Niaga, Unilever,
BAT, Bayer Indonesia, Multi Bintang, Semen Cibinong dan di
banyak perusahaan lain,
Suratno, bapak lima anak ini lantas bertutur tentang strategi
investasi yang dikemudikannya. "Karena perusahaan kami ini
asuransi jiwa," ucapnya, "tentu saja pola investasinya harus
bertendensi pada permasalahan yang nantinya berkaitan dengan
kewajiban Bumiputera memenuhi kewajiban pembayaran klaim."
"Kami lebih menfokuskan pada investment yield dan juga imbangan
yang pantas untuk investment yang lancar dibanding yang fixed.
Karenanya, kita harus punya current assets yang bisa
sewaktu-waktu liquid, sehingga bisa dipergunakan untuk membayar
klaim. Maka Bumiputera mengusahakan pada investasi yang quick
yielding dan relatif liquid.
Dalam bidang pemasaran, keunggulan Bumiputera memang tak perlu
diragukan lagi. Sampai saat ini AJB Bumiputera 1912 masih
memimpin sebagai peraup premi terbanyak di antara perusahaan
asuransi jiwa lain di Indonesia.
Sudibyo Sutowibowo, Direktur Pemasaran, lalu berujar mengenai
upaya-upaya pemasaran yang dikendalikannya. Pengembangan sales
force AJB Bumiputera 1912 misalnya, akan semakin ditingkatkan
guna dapat memaksimalkan pelayanan yang baik kepada nasabah
(tertanggung) AJB Bumiputera 1912.
"Sekarang ini kami memiliki tak kurang dari 15.000 tenaga
pemasar, namun melihat masih demikian luasnya potensi pasar,
kami merencanak~n memperbesar lagi armada pemasaran kami," tukas
Sudibyo bersemangat.
Disisi lain, Sudibyo bersama-sama dengan Drs. M. Imam Basuki MSc
Direktur Teknik, pada era Pasca 80 tahun AJB Bumiputera 1912,
sedang menggodok produkproduk menarik yang lebih acceptable.
Rancangan produk yang akan digelar
nanti, diharapkan bisa "booming". karena penciptaan produk itu
memang disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pasar,
Tapi lantas apa keuntungan menabung di asuransi jiwa
dibandingkan menabung di bank ?
"Ada semacam kesadaran mengantisipasi hari depan dalam hal
menabung di asuransi jiwa." jelas Imam Basuki mencoba
membandingkan asuransi dengan bank. "Memang, kalau hanya
bertujuan untuk mendapatkan "bunga" tinggi saja, menabung di
bank jelas lebih menarik. Tapi, ada satu hal yang jarang
diingat,
bahwa memikirkan jaminan diri atau keluarga pada masa mendatang
yang uncertain, itu juga harus diperhitungkan sebagai kebutuhan
penting. Salah satu fungsi asuransi jiwa adalah, menjamin
kesejahteraan finansial rumah tangga di masa depan. Dengan
membeli polis asuransi jiwa, lanjut Imam Basuki. direktur muda
usia ini, "berarti secara statistik kemungkinan distorsi
kesejahteraan rumah tangga akan menipis.
Disentuh oleh tangan-tangan piawai dari para pengelolanya yakni
Drs. Sugiarto (Dirut), H. Suratno Hadisuwito, H. Sudibyo
Sutowibowo, H. Sajogo Brotojoewono dan Drs. M. Imam Basuki. MSc
yang duduk di kursi direksi pelaksana, masing-masing tokoh
puncak tersebut membawa kepribadian, karakter dan cara berpikir
yang kemudian berinteraksi sesamanya melalui perjalanan waktu.
Di antara para pimpinan itu, ada yang memiliki kepribadian tipe
konseptual, yang mampu mencanangkan gagasan-gagasan gemilang dan
mempunyai visi jauh ke depan, sehingga berperan selaku motivator
di lingkungan perusahaan. Pemimpin yang lain memiliki
kepribadian behavioural, di mana kepekaannya cukup tinggi dalam
menjalin hubungan dengan manusia lain. Kepribadian ini tampaknya
diperlukan dalam membina hubungan dengan Pemerintah, relasi
bisnis, nasabah (tertanggung) dan sebagainya. Lantas, ada pula
pemimpin dengan kepribadian directive. Ini memang diharapkan
menjadi penggerak, mempunyai drive yang kuat guna
mengoperasionalkan setiap rencana. AJB Bumiputera 1912 juga
memiliki pemimpin dengan karakter analitical, yang selalu
melihat persoalan secara rasional di mana pikiran dan
tindakkannya tak lepas dari norma-norma scientific.
"Bagi AJB Bumiputera 1912 yang telah meniti jalan sepanjang 80
tahun," ujar Sajogo Brotojoewono, Direktur Umum & Personalia,
"tidak ada ucapan lain yang menjadi tekad selain keinginan untuk
tetap berkibar sepanjang masa. No point to return. Pemantapan
diri ke dalam dan pelestarian nilai-nilai yang menjadi pendorong
keberhasilan usaha selama ini, ingin diteruskan kepada seluruh
karyawan sebagai ikatan bersama."
Sajogo, 55 tahun, pria kelahiran Salatiga yang gemar bermain
golf mengatakan, sistem personalia AJB Bumiputera 1912 yang
dirancangnya. diciptakan sedemikian rupa agar mudah dipahami dan
diamalkan dalam perilaku karyawan sehari-hari. Inilah upaya
pemikiran dan pengembangan usaha yang tak pernah selesai
dilakukan AJB Bumiputera 1912 demi pemenuhan komitmennya kepada
para pemegang polisnya untuk memberikan kualitas layanan yang
terbaik. Akhirnya, seharum namanya, sepanjang usianya, setegar
tekadnya, AJB Bumiputera 1912 di usianya yang ke-80 ini, memang
selalu ingin memberikan yang terbaik kepada Anda.
|