Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 17/XXII/27 Juni - 03 Juli 1992
   
Ekonomi dan Bisnis

Memasarkan tanah rawa

Pantai indah kapuk terpilih sebagai proyek real estate terbaik di pasifik tahun 1992. investasinya rp 3 trilyun, dananya masih terus diusahakan.

SEBUAH mega proyek sedang dibangun di pinggir jalan tol ke arah Bandar Udara
SoekarnoHatta, Jakarta. Proyek yang tidak terhambat oleh tim PKLN (pinjaman
komersial luar negeri) ini, adalah proyek kota baru Pantai Indah Kapuk (PIK).

Dilihat dari anggarannya, proyek PIK tak kalah raksasa dari megaproyek
Chandra Asri, yang sempat dibekukan karena menggunakan pinjaman luar negeri
dengan dukungan bank pemerintah serta membutuhkan anggaran US$ 1,6 juta
(sekitar Rp 3 trilyun). Pantai Indah Kapuk juga akan menelan investasi tak
kurang dari Rp 3 trilyun. "Untuk pembebasan tanahnya (1.100 ha) dan
pembangunan prasarana saja, anggaran kami sudah Rp 2 trilyun," kata Ir.
Ciputra, bos PT Mandara Permai yang membangun kompleks PIK. Sementara itu,
yang harus dibangun adalah: 10 hotel berbintang, 10 perkantoran, 10
kondominium, dan sebuah kompleks permukiman dengan 12.000 unit rumah untuk
masyakarat kelas menengah. Kompleks ini akan dilengkapi sebuah taman laut,
sebuah marina (bandar kapal yacht), dan lapangan golf (18 lubang).

Proyek ini mentereng, baik anggaran maupun desainnya. Akhir Mei lalu Pacific
Coast Builders Conference, yang merupakan konperensi pengusaha real estate
kawasan Pasifik, telah menunjuk Pantai Indah Kapuk sebagai Site Plan of the
Year 1992.

"Kualitas perencanaan, sirkulasi, dan lingkungan bagaimana semua dipadukan
dalam satu komunitas telah membuat proyek ini sangat dinamis," komentar
dewan juri. Perlu dicatat, kota baru ini dibangun di kawasan rawarawa yang
sangat berbau. Anehnya, rawarawa tidak ditimbun, sebaliknya justru diubah
menjadi laut, sedangkan tanah yang berbau busuk, akan ditutupi dengan rumput.

Selain itu, PIK mendapat penghargaan 1992 Gold Nuggest Awards, sebagai
sebagai juara umum yang meliputi site plan of the year, home of the year,
commercial project of the year, customs home of the year, serta sejumlah
penghargaan khusus, seperti penghargaan untuk lingkungan, bentuk hotel,
apartemen, dan perumahan.

"Kontes ini bukan seperti penilaian lembagalembaga dari Spanyol yang begitu
royal memberikan penghargaan untuk cari duit," kata Ciputra. Peserta kontes
ada 488 perusahaan dari berbagai kawasan Pasifik yang setelah diseleksi
tinggal 36 nominasi. Kemudian di tingkat final dipilih beberapa pemenang untuk
kategori tertentu, termasuk pemenang terbaik.

"Tujuan kami ikut serta bukan sekadar cari nama, tapi juga untuk
pemasaran," ujar Ciputra. PIK adalah proyek konsorsium milik 10 konglomerat.
"Masingmasing memegang saham ratarata sama. Investornya antara lain Grup
BCA, Lim Sioe Liong, Sudwikatmono, Ibrahim Risyad, Brasali, Sofyan Wanandi,
Subagja, Budiman, Atang Latief, Mochtar Ryadi, Sukrisman, dan saya sendiri,"
tutur Ciputra.

Kini, dengan pembatasan pinjaman komersial luar negeri, proyek PIK agaknya
juga akan menghadapi masalah dana. Tapi Ciputra optimistis. "Orang real
estate itu ibarat pelari maraton. Kami bukan shortterm developer. Apakah
proyek ini akan makan waktu 50 tahun, bagi saya tidak masalah. Yang penting,
rencana dipegang," kata pengusaha sukses ini.

Dengan investasi yang ditanamkan sekitar Rp 300 milyar, PIK tampaknya
berusaha untuk segera menghasilkan. Dari penjualan keanggotaan klub golf,
sudah laku 1.300 dari 1.800 yang direncanakan. Untuk sementara, PIK mencatat
uang masuk sekitar Rp 93 milyar.

Max Wangkar dan Bambang Aji


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Kalla Minta Direksi Merpati Dirombak - 25 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
Meski Kemarau, Kalimantan Tengah Diguyur Hujan - 25 Jul 2008 | 18:33 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data