Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 38/XXII/21 - 27 November 1992
   
Nasional

Mengguncang bisikan maut

Para pengunjuk rasa menuduh gubernur sulut, c.j.rantung mempunyai beberapa kesalahan, a.l.terlibat skandal dengan ny.ane. mereka juga menuntut c.j.rantung dicopot.

DAKWAAN bukan cuma terjadi di sidang pengadilan, dari mulut jaksa. Rabu
pekan lalu, ada dakwaan yang digelar di halaman DPRD Sulawesi Utara. Yang
menjadi pendakwa adalah puluhan pemuda pengunjuk rasa, dan C.J. Rantung,
Gubernur Sulawesi Utara, yang jadi terdakwanya.

Menurut "dakwaan" yang diteken sepuluh pemuda mewakili pengunjuk rasa itu,
ada delapan pasal kesalahan Gubernur. Intinya, mereka menuduh Rantung terlibat
skandal asmara dengan seorang wanita bersuami, Nyonya Ane. Keduanya, masih
menurut tuduhan, suka terlihat di pesta-pesta dan arena dansa-dansi.

Sebelum demo digelar, pengunjuk rasa pimpinan tokoh pemuda setempat Julius S.
Undap itu juga mengirim surat ke Menteri Rudini di Jakarta. The other woman
ini, menurut mereka, bukan saja mengguncang rumah tangga Rantung, tapi juga
lingkungan pemda. Penempatan beberapa pejabat daerah, konon, ditentukan oleh
"bisikan maut"-nya.

Agustus lalu, misalnya, Ane dianggap telah minta Gubernur menempatkan
suaminya menjadi wakil ketua DPRD. Padahal, Ketua Golkar setempat tak
menyetujuinya. Hubungan Rantung-Ane juga dikait-kaitkan dengan rebutan tender
di sana. Ada lagi, Rantung dikecam menumpuk harta kelewat banyak.

Kecuali sederet "dosa" itu, dalam surat yang dikirim ke Rudini, para pemuda
menuntut agar Rantung dicopot saja. Ketika ditanyai TEMPO, Rudini cuma tertawa
ringan. Ia mengaku belum punya alasan untuk menelitinya, apalagi melorot
Rantung. "Kalau ada laporan resmi, dan ada datanya, baru saya turunkan tim
untuk meneliti," kata Rudini.

Rantung, yang dua pekan lalu mengusulkan agar jabatan Bupati Minahasa
diberikan kepada kalangan sipil -- sedangkan DPRD Minahasa menginginkan dari
ABRI -- tentu membantah itu semua. "Semua itu fitnah," katanya melalui Biro
Humas Pemerintah Daerah Sulawesi Utara. Gubernur, tambahnya, sudah memberi
tahu aparat penegak hukum untuk memperkarakan para pendakwa. Apa kata para
pemrotes? "Kami siap dengan bukti-bukti dan saksi," kata Julius S. Undap,
yang memimpin pengunjuk rasa itu, balik menggertak.

DPW


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
20/XXXVII/07 - 13 Juli 2008

 

Berita lainnya

Boker Hidup Lagi! - 07 Jul 2008 | 02:27 WIB
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM - 07 Jul 2008 | 01:15 WIB
Pembantai Itu Hanya Diam - 07 Jul 2008 | 00:20 WIB
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang - 06 Jul 2008 | 21:56 WIB
Wakil Presiden Tutup Raimuna IX - 06 Jul 2008 | 21:39 WIB
God Save the Queen di Silverstone - 06 Jul 2008 | 21:01 WIB
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin - 06 Jul 2008 | 18:12 WIB
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat - 06 Jul 2008 | 18:10 WIB
Panwas Protes KPU Jawa Timur - 06 Jul 2008 | 18:08 WIB
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden - 06 Jul 2008 | 16:52 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data