Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXIIIIIII/20 - 26 Oktober 1998
   
Ekonomi dan Bisnis

Kalau Anda Punya Timor

Sedan Timor tentu bukan bemo. Tapi jangan kaget, nasib keduanya serupa: suku cadangnya--yang asli, tentu--mulai sulit dicari. Tak percaya? Tengoklah pasar onderdil di Atrium Plaza, Senen, atau Bursa Onderdil Kemayoran, Jakarta. Di kedua pusat perdagangan suku cadang itu, spare parts yang diterbitkan PT Timor Distributor Nasional (TDN)--pemasok onderdil asli Timor--mulai langka.

Saat pertama kali diluncurkan pada 1996, TDN cuma mengimpor suku cadang sekadarnya. Sejak itu, agaknya TDN tak pernah lagi mendatangkan onderdil. Maklum, target proyek mobil nasional saat itu memang gagah betul: dalam tiga tahun, kandungan lokal Timor harus mencapai 60 persen. Namun, apa hendak dikata, proyek kontroversial yang sejak mula diragukan orang itu nggedebus, kagak ada hasilnya. Indonesia tersapu krisis. Proyek mobil nasional yang menyalahi semangat kompetisi bebas itu harus dikikis. TDN pun melempem, tidak menerbitkan onderdil Timor lagi.

Lalu, bagaimana jika Anda sudah kadung memegang Timor? Jangan khawatir. Sepinya onderdil TDN justru membuka peluang bisnis baru. Sejak Juni lalu, komponen mobil dari Korea membanjiri Jakarta. Sebagian besar bisa dipakai untuk Timor. Jenisnya cukup komplet, mulai dari peranti yang gampang aus seperti rem atau kampas kopling, hingga yang awet seperti lampu dan komponen utama mesin. Boleh juga memilih, ada yang asli dari KIA--induk perusahaan Timor--ada pula produk imitasi.

Harganya? Macam-macam. Tak ada banderol yang bisa dijadikan patokan. Suku cadang berlabel KIA yang dipasarkan sebuah toko di Atrium Plaza, misalnya, harganya jauh lebih murah ketimbang harga resmi yang dipatok TDN. Satu unit lampu depan, misalnya, cuma Rp 450.000, separuh dari harga standar. Tapi, di Bursa Onderdil Kemayoran, lain lagi. Sebuah komponen imitasi, misalnya, dijual dengan harga banderol seperti produk TDN.

Selain melahap komponen KIA, sebenarnya ada alternatif lain. Beberapa komponen sedan Mazda Interplay, kabarnya, bisa "dikanibal" untuk Timor. Misalnya, piston, noken as, dan pelat kopling. Sebagian besar mesin dan transmisi Mazda juga bisa dicangkokkan pada Timor. "Asal bukan bagian body, yang lain sih oke," kata M. Soleh, Presiden Direktur Sigma Speed, bengkel resmi Timor.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
21/XXXVII/14 - 20 Juli 2008

 

Berita lainnya

Pengibaran Bendera Bintang Kejora Tak Terkait Sentimen Agama - 19 Jul 2008 | 16:34 WIB
Pengibar Bendera Bintang Kejora Dikenai Tuduhan Makar - 19 Jul 2008 | 16:27 WIB
41 Pengibar Bendera Bintang Kejora Ditangkap - 19 Jul 2008 | 16:20 WIB
Polres Pasuruan Dirikan Posko Pengaduan Pemilu - 19 Jul 2008 | 16:03 WIB
PMI Kabupaten Malang Kahabisan Kantong Darah - 19 Jul 2008 | 16:00 WIB
Makam Sumiarsih dan Sugeng Masih Terus Dikunjungi - 19 Jul 2008 | 15:58 WIB
33 Pengunjung Hiburan Malam Diperiksa - 19 Jul 2008 | 15:30 WIB
Penertiban Boker Batal - 19 Jul 2008 | 12:42 WIB
Kesatria Turun Pamor - 19 Jul 2008 | 11:12 WIB
RUU Pengadilan Korupsi Maju ke Dewan - 19 Jul 2008 | 11:09 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data